Duel Brasil vs Skotlandia: Neymar Berpeluang Comeback, Tartan Army Kejar Mimpi Bersejarah
Brasil menghadapi Skotlandia pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026. Neymar berpeluang tampil untuk pertama kalinya, sementara Skotlandia memburu sejarah lolos ke fase gugur turnamen besar.
JAKARTA – Timnas Brasil dan Skotlandia akan menjalani laga krusial Grup C Piala Dunia 2026 saat bertemu di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026) pukul 05.00 WIB. Pertandingan ini berpotensi menentukan nasib kedua tim dalam perburuan tiket ke babak 32 besar.
Brasil saat ini memimpin klasemen Grup C dengan koleksi empat poin, unggul selisih gol atas Maroko yang memiliki jumlah poin sama. Sementara Skotlandia berada di posisi ketiga dengan tiga poin dan masih berpeluang besar mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur turnamen besar untuk pertama kalinya.
Perhatian utama jelang pertandingan tertuju kepada Neymar. Bintang berusia 34 tahun itu berpeluang menjalani laga pertamanya di Piala Dunia 2026 setelah pulih dari cedera yang membuatnya absen pada dua pertandingan awal Brasil.
Neymar terakhir kali membela Brasil pada 2023 ketika mengalami cedera lutut serius saat menghadapi Uruguay dalam laga kualifikasi Piala Dunia. Setelah menjalani proses pemulihan panjang, ia kembali mengikuti latihan penuh bersama skuad asuhan Carlo Ancelotti dalam sepekan terakhir.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, memastikan Neymar sudah tersedia untuk dimainkan, meski belum mengungkapkan apakah sang pemain akan langsung tampil sebagai starter.
“Neymar tersedia. Dia bekerja dengan sangat baik sepanjang pekan ini dan bisa dimainkan. Kami sangat senang dia kembali karena kualitas yang dimilikinya bisa membantu tim,” kata Ancelotti.
Meski demikian, Brasil juga mendapat kabar kurang menggembirakan setelah kehilangan Raphinha yang mengalami cedera hamstring saat kemenangan 3-0 atas Haiti. Absennya winger Barcelona tersebut membuat peluang Neymar untuk mendapatkan menit bermain semakin terbuka.
Di kubu lawan, Skotlandia datang dengan motivasi besar. Tim asuhan Steve Clarke bertekad menghapus catatan panjang kegagalan mereka di turnamen besar dengan menembus fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Kemenangan atas Haiti pada laga pembuka membuat peluang Skotlandia tetap terbuka meski mereka kalah dari Maroko pada pertandingan kedua. Satu poin dari laga melawan Brasil bisa menjadi modal penting untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya, baik sebagai runner-up grup maupun salah satu peringkat ketiga terbaik.
“Tim-tim Skotlandia belum pernah berhasil melewati fase grup. Jika kami bisa menjadi tim pertama yang melakukannya, tentu itu akan menjadi sesuatu yang sangat spesial,” ujar Steve Clarke.
Kapten Skotlandia, Andrew Robertson, juga berharap dapat memberikan kebahagiaan bagi ribuan pendukung mereka yang dikenal dengan julukan Tartan Army.
“Kami ingin memberi mereka sesuatu untuk dirayakan. Jika kami memenangkan pertandingan ini, kami akan menciptakan sejarah,” kata bek Liverpool tersebut.
Secara statistik, Brasil tetap menjadi favorit. Berdasarkan data Opta, Selecao memiliki peluang kemenangan sebesar 68,1 persen. Kemungkinan hasil imbang diperkirakan mencapai 19 persen, sementara peluang Skotlandia meraih kemenangan hanya sekitar 12,9 persen.
Dominasi Brasil juga terlihat dari rekor pertemuan kedua tim. Dari 10 pertemuan sepanjang sejarah, Skotlandia belum pernah sekalipun mengalahkan Brasil. Selecao mencatat delapan kemenangan dan dua hasil imbang.
Di ajang Piala Dunia, kedua negara sudah empat kali bertemu. Brasil selalu unggul dalam tiga pertemuan terakhir setelah bermain imbang tanpa gol pada edisi 1974 di Jerman Barat. Pertemuan terakhir mereka di Piala Dunia terjadi pada 1998 ketika Brasil menang 2-1 di Paris.
Menjelang laga penentuan ini, Skotlandia mendapat tambahan tenaga dengan pulihnya bek Scott McKenna yang kembali berlatih setelah mengalami cedera betis. Namun Aaron Hickey masih diragukan tampil.
Sementara Brasil diperkirakan tetap mengandalkan kekuatan pemain-pemain seperti Vinicius Junior, Rodrygo, Bruno Guimaraes, dan Casemiro, dengan harapan Neymar dapat memberikan sentuhan magis jika diturunkan.
Pertandingan ini tidak hanya menentukan langkah kedua tim menuju babak 32 besar, tetapi juga menjadi panggung bagi Neymar untuk menandai comeback-nya di pentas Piala Dunia serta kesempatan bagi Skotlandia untuk menulis sejarah baru dalam perjalanan sepak bola mereka. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


