Anthony Gordon Dikritik Usai Inggris Ditahan Ghana
Anthony Gordon dikritik usai tampil kurang maksimal saat Inggris ditahan Ghana 0-0 di Piala Dunia 2026. Komentarnya soal gaya bermain Inggris juga menjadi sorotan.
JAKARTA – Penyerang Timnas Inggris Anthony Gordon menjadi sasaran kritik setelah tampil kurang maksimal saat Inggris ditahan Ghana 0-0 pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026, Selasa (23/6/2026). Tak hanya performanya di lapangan, pernyataannya soal gaya bermain Inggris juga kembali disorot publik.
Dalam pertandingan tersebut, The Three Lions kesulitan membongkar pertahanan Ghana dan gagal mencetak gol. Gordon yang dipercaya tampil sejak menit awal tidak mampu memberikan kontribusi signifikan di lini depan.
Pemain berusia 25 tahun itu hanya mencatatkan satu tembakan dan dua umpan kunci sepanjang pertandingan. Statistik tersebut dinilai belum cukup untuk membantu Inggris meraih kemenangan.
Performa Anthony Gordon Jadi Sorotan
Kritik terhadap Anthony Gordon semakin menguat karena penampilannya dianggap tidak sejalan dengan kepercayaan yang diberikan pelatih. Saat Inggris membutuhkan kreativitas dan ketajaman di lini serang, Gordon gagal menjadi pembeda.
Sorotan juga tertuju pada komentarnya sebelum pertandingan. Dalam wawancara jelang laga, Gordon mengatakan Inggris seharusnya memainkan sepak bola bergaya Premier League yang mengandalkan fisik dan intensitas tinggi.
“Kami ingin memainkan sepak bola yang atletis. Kami ingin bermain dengan gaya Premier League,” ujar Gordon.
Pernyataan tersebut kembali ramai dibahas setelah Inggris gagal mengalahkan Ghana dan tampil kurang meyakinkan sepanjang pertandingan.
Komentar Gordon Dinilai Bertolak Belakang
Sejumlah media menilai komentar Gordon bertolak belakang dengan langkah kariernya yang akan melanjutkan petualangan di Spanyol bersama Barcelona.
Klub asal Catalunya tersebut dikenal memiliki filosofi permainan berbasis penguasaan bola, umpan pendek, dan teknik tinggi, berbeda dengan karakter sepak bola Premier League yang lebih mengandalkan tempo cepat serta duel fisik.
Anthony Gordon sendiri resmi meninggalkan Newcastle United pada Mei lalu setelah Barcelona merekrutnya dengan nilai transfer sekitar 70 juta poundsterling. Pemain sayap itu menandatangani kontrak berdurasi lima tahun bersama raksasa LaLiga tersebut.
Dengan sorotan yang terus mengarah kepadanya, Gordon kini dituntut menunjukkan performa lebih baik pada laga berikutnya bersama Timnas Inggris sekaligus membuktikan bahwa dirinya mampu beradaptasi dengan filosofi permainan Barcelona.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


