Advertisement
Olahraga

Banyuwangi BMX Supercross 2026 Hadirkan Teknologi Pencatat Waktu Kelas Dunia

Banyuwangi BMX Supercross 2026 menjadi satu-satunya ajang BMX di Indonesia yang menggunakan timing system berstandar internasional untuk menjamin akurasi hasil balapan sesuai regulasi UCI.

TIMES Indonesia,
Banyuwangi BMX Supercross 2026 Hadirkan Teknologi Pencatat Waktu Kelas Dunia
Potret pembalap saat beraksi di Sirkuit BMX Supercross Muncar, Banyuwangi. (FOTO: Humas Pemkab for TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Banyuwangi BMX Supercross 2026 kembali menghadirkan standar penyelenggaraan balap sepeda kelas dunia. Selain menjadi satu-satunya kompetisi BMX di Indonesia yang masuk kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI), ajang ini juga menjadi satu-satunya event BMX nasional yang menggunakan timing system berstandar internasional.

Sistem pencatat waktu elektronik tersebut akan digunakan selama Banyuwangi BMX Supercross 2026 yang berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Sirkuit Internasional BMX Supercross Muncar, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Advertisement

Operator timing Banyuwangi BMX Supercross 2026, Udianto, mengatakan penggunaan timing system menjadi faktor penting untuk menjamin akurasi hasil perlombaan sekaligus mempercepat proses penentuan klasemen para rider.

"Di Indonesia, baru Banyuwangi BMX Supercross yang menggunakan timing system seperti ini. Harapannya ke depan event BMX lainnya juga bisa memakai sistem serupa, tetapi saat ini baru Banyuwangi yang sudah dilengkapi perangkat tersebut," kata Udianto yang akrab disapa Mbah Udik, Jumat (26/6/2026).

Mbak Udik, saat menyiapkan timing system. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)
Mbak Udik, saat menyiapkan timing system. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)

Menurutnya, mengoperasikan timing system dalam balapan BMX bukan perkara mudah. Selain mencatat waktu secara presisi, sistem harus mampu mengolah hasil ratusan peserta sesuai regulasi UCI yang menggunakan format pertandingan berjenjang, mulai babak penyisihan, perempat final, semifinal, hingga final.

"Kesulitannya bukan hanya mencatat waktu pembalap. Dengan jumlah peserta yang sangat banyak, sistem harus bisa mengeluarkan hasil secara cepat. Seluruh proses penentuan siapa yang lolos ke babak berikutnya juga dilakukan otomatis oleh timing system sesuai regulasi internasional, sehingga tidak perlu lagi dihitung secara manual," jelasnya.

Mbah Udik menjelaskan, setiap rider dibekali sebuah transponder yang berisi chip elektronik. Perangkat tersebut akan terbaca sensor saat pembalap melewati garis start maupun finis sehingga waktu tempuh dapat tercatat secara otomatis.

Advertisement

"Tingkat akurasinya sangat tinggi, sehingga selisih finis yang sangat tipis pun dapat dibedakan dengan tepat," ujarnya.

Chip transponder yang dipasang di setiap sepeda pembalap. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)
Chip transponder yang dipasang di setiap sepeda pembalap. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)

Dengan sistem tersebut, hasil setiap race dapat langsung diproses dan ditampilkan secara real time, termasuk melalui siaran langsung. Penonton, ofisial, maupun para rider dapat segera mengetahui catatan waktu dan hasil perlombaan sesaat setelah balapan berakhir.

Digelar di salah satu sirkuit BMX terbaik di dunia, Banyuwangi BMX Supercross 2026 akan diikuti 343 rider dari empat negara. Selain pembalap dari berbagai daerah di Indonesia, ajang ini juga diikuti rider asal Singapura, Thailand, dan Filipina.

Sebagai satu-satunya kompetisi BMX di Indonesia yang masuk kalender resmi UCI, Banyuwangi BMX Supercross 2026 menjadi magnet bagi para atlet untuk mengumpulkan poin internasional sekaligus merasakan atmosfer kompetisi dengan standar penyelenggaraan kelas dunia.(*)

Pewarta: Muhamad Ikromil Aufa

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia