Advertisement
Olahraga

Gagal Bawa Skotlandia Lolos, Steve Clarke Putuskan Mundur

Steve Clarke mengundurkan diri sebagai pelatih Timnas Skotlandia setelah timnya gagal lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. Ia menutup masa kepemimpinan selama tujuh tahun dengan membawa Skotlandia kembali tampil di Piala Dunia setelah 28 tahun

TIMES Indonesia,
Gagal Bawa Skotlandia Lolos, Steve Clarke Putuskan Mundur
Tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026, Steve Clarke memutuskan mundur sebagai pelatih Timnas Skotlandia. (foto: FIFA)
A-AA+

JAKARTA Steve Clarke resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih kepala Timnas Skotlandia setelah timnya dipastikan tersingkir pada fase grup Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diumumkan hanya beberapa saat setelah peluang Skotlandia melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dipastikan tertutup.

Harapan Skotlandia sirna menyusul kemenangan Kroasia 2-1 atas Ghana pada laga terakhir Grup L, hasil yang membuat tim berjuluk The Tartan Army gagal bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur.

Advertisement

Keputusan Clarke terbilang mengejutkan karena pelatih berusia 62 tahun itu sebelumnya baru saja menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi empat tahun menjelang bergulirnya putaran final Piala Dunia 2026.

Meski demikian, hasil mengecewakan selama fase grup membuat Clarke memilih mengakhiri pengabdiannya setelah memimpin Skotlandia selama tujuh tahun.

Dalam pernyataan yang dirilis melalui Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (Scottish Football Association), Clarke menyampaikan salam perpisahan yang ditujukan kepada seluruh pemainnya.

"Bagian paling emosional dari perpisahan ini adalah kepada para pemain saya. Tanpa mereka, kami tidak akan memiliki semua kenangan yang kami bangun sejak 2019 hingga sekarang," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pemain selama berada di bawah arahannya.

Advertisement

"Mereka layak mendapatkan semua pujian yang diterima. Merupakan sebuah kehormatan bagi saya bisa menjadi pelatih mereka. Terima kasih, dan semoga sukses untuk pelatih yang akan menggantikan saya," lanjut Clarke.

Meski gagal membawa Skotlandia melangkah jauh di Piala Dunia 2026, Clarke meninggalkan warisan penting bagi sepak bola negaranya. Sejak ditunjuk sebagai pelatih pada 2019, ia berhasil membawa Skotlandia kembali tampil di tiga turnamen besar, termasuk mengakhiri penantian selama 28 tahun untuk kembali berlaga di putaran final Piala Dunia.

Di bawah kepemimpinannya, Skotlandia juga menunjukkan perkembangan signifikan. Dari tim yang semula berada di pot empat saat awal masa jabatannya, Clarke berhasil mengantarkan negaranya menjadi juara grup pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026.

Chief Executive Scottish Football Association, Ian Maxwell, memberikan apresiasi atas kontribusi besar Clarke terhadap perkembangan sepak bola Skotlandia.

Menurutnya, Clarke telah berhasil memenuhi target utama federasi dengan membawa Skotlandia kembali menjadi peserta reguler turnamen besar.

"Dari tim pot empat pada 2019 hingga menjadi juara grup kualifikasi Piala Dunia, Steve telah melampaui ekspektasi. Kami berterima kasih atas dedikasi dan kontribusinya. Ketika kekecewaan ini berlalu, saya yakin para pendukung Skotlandia akan tetap mengenang momen-momen membanggakan yang berhasil ia hadirkan," ujarnya.

Kini, Federasi Sepak Bola Skotlandia akan memulai proses pencarian pelatih baru yang diharapkan mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun Clarke sekaligus membawa The Tartan Army kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia