Suporter Piala Dunia 2026 Dorong Lonjakan Wisata Kuliner dan Penjualan Bir
Suporter Piala Dunia 2026 memadati restoran dan bar di kota tuan rumah. Penjualan bir melonjak, sementara wisata kuliner menjadi bagian dari pengalaman turnamen.
JAKARTA – Suporter Piala Dunia 2026 tak hanya memadati stadion untuk mendukung tim favorit mereka, tetapi juga memberikan dampak besar bagi sektor kuliner di kota-kota tuan rumah. Lonjakan wisatawan selama turnamen membuat restoran, bar, hingga produsen minuman mencatat peningkatan permintaan yang signifikan.
Salah satu contoh terjadi di Boston, Amerika Serikat. Perusahaan bir Boston Beer Co. mengaku kewalahan memenuhi tingginya permintaan selama turnamen berlangsung. Lonjakan tersebut dipicu ribuan suporter Timnas Skotlandia yang memadati bar dan kafe di kota itu.
Menurut perusahaan, konsumsi bir selama kedatangan suporter Skotlandia mencapai sekitar empat kali lebih tinggi dibandingkan periode libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, yang biasanya menjadi salah satu musim penjualan terbesar.
Wisata Kuliner Jadi Bagian dari Pengalaman Piala Dunia
Piala Dunia 2026 yang mayoritas pertandingannya digelar di Amerika Serikat juga menjadi ajang wisata kuliner bagi para pendukung dari berbagai negara. Di media sosial, banyak suporter membagikan pengalaman mencicipi beragam makanan khas Amerika selama mengikuti turnamen.
FIFA turut memperhatikan pengalaman kuliner penonton dengan menetapkan standar makanan di area stadion. Setiap stadion diwajibkan menyediakan dua kategori menu, yakni makanan yang bersifat universal seperti pizza, kentang goreng, dan minuman ringan, serta hidangan khas yang merepresentasikan budaya atau daerah penyelenggara.
Menu lokal seperti burger jalapeño, nachos, hingga poutine menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas kuliner masing-masing wilayah kepada pengunjung internasional.
Kuliner Jadi Bagian dari Diplomasi Budaya
Selain menjadi kebutuhan selama pertandingan, makanan juga berperan sebagai sarana memperkenalkan budaya lokal kepada jutaan wisatawan. Kehadiran menu khas di setiap kota tuan rumah diharapkan membuat pengalaman menonton Piala Dunia semakin berkesan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Piala Dunia bukan hanya soal persaingan di lapangan, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi sektor pariwisata, kuliner, dan usaha lokal yang menikmati lonjakan pengunjung selama turnamen berlangsung.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


