Hadapi Brasil, Jepang Benahi Strategi Adu Penalti Usai Trauma Piala Dunia 2022
Jepang siap menghadapi Brasil pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Hajime Moriyasu mengandalkan disiplin, organisasi permainan, dan pengalaman mengalahkan Selecao sebagai modal meraih kejutan.
JAKARTA – Timnas Jepang akan menghadapi ujian terberat mereka di babak 32 besar Piala Dunia 2026 saat berjumpa Brasil, Selasa (30/6/2026) dini hari nanti. Meski berstatus lima kali juara dunia, Brasil bukan lawan yang mustahil ditaklukkan. Samurai Blue pernah membuktikannya dengan kemenangan 3-2 dalam laga persahabatan di Tokyo tahun lalu.
Pertemuan di fase gugur kali ini diprediksi berlangsung sengit. Jepang menyadari kualitas individu para pemain Brasil berada di level tertinggi dunia, sehingga pendekatan kolektif menjadi senjata utama untuk mengimbangi kekuatan wakil Amerika Selatan tersebut.
Filosofi Jepang yang berbunyi "Softness overcomes hardness" atau "kelembutan mengalahkan kekerasan" menjadi gambaran pendekatan yang akan diterapkan. Ungkapan yang berasal dari olahraga judo itu mengajarkan bahwa teknik, disiplin, dan fleksibilitas dapat mengalahkan kekuatan yang lebih besar.
Konsep tersebut diyakini akan menjadi landasan permainan Jepang saat menghadapi Brasil. Alih-alih meladeni permainan terbuka, Samurai Blue diperkirakan mengandalkan organisasi tim yang rapi, disiplin bertahan, serta transisi cepat untuk mencari celah mencetak gol.
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, juga membawa pelajaran berharga dari kegagalan timnya di babak 16 besar Piala Dunia 2022. Saat itu Jepang tersingkir dari Kroasia melalui adu penalti setelah hanya satu eksekutor yang berhasil menjalankan tugasnya.
Moriyasu menegaskan bahwa apabila duel melawan Brasil kembali harus ditentukan lewat adu penalti, ia akan mengambil keputusan sendiri terkait penendang yang dipercaya.
"Kami akan menghadapi pertandingan yang berat. Tetapi kami akan menerima tantangan itu dan berusaha untuk menang," ujar pelatih berusia 57 tahun tersebut.
Jepang melangkah ke babak 32 besar setelah tampil konsisten di Grup F. Mereka bermain imbang 2-2 melawan Belanda, menghancurkan Tunisia 4-0, kemudian menahan Swedia 1-1 untuk finis sebagai runner-up grup.
Di sisi lain, Brasil datang sebagai juara Grup C dan tetap menyandang status salah satu favorit juara. Rekor lima gelar Piala Dunia serta kedalaman skuad membuat Selecao menjadi lawan yang sangat berat bagi tim mana pun.
Meski demikian, kemenangan atas Brasil dalam laga uji coba tahun lalu menjadi modal kepercayaan diri bagi Jepang. Samurai Blue berharap mampu kembali membuat kejutan dan melangkah ke babak berikutnya dengan mengandalkan permainan kolektif, disiplin taktik, serta efektivitas dalam memanfaatkan setiap peluang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


