Advertisement
Olahraga

Kepala Pusterau TNI AU: Tasikmalaya Miliki Potensi Besar Pengembangan Paramotor dan Paralayang

Atraksi 3 paramotor warnai langit Galunggung, Tasikmalaya, Selasa (30/6/2026). TNI AU resmikan 3 venue dirgantara baru, dorong sport tourism dan pembinaan atlet muda Priangan Timur.

TIMES Indonesia,
Kepala Pusterau TNI AU: Tasikmalaya Miliki Potensi Besar Pengembangan Paramotor dan Paralayang
Kepala Pusat Potensi Dirgantara (Pusterau), Marsma TNI Ignatius Wahyu Anggono, S.E., M.M., saat memberikan keterangan kepada awak media di acara Serbuan Teritorial, Selasa (30/6/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
A-AA+

TASIKMALAYA Langit biru yang membentang di kawasan Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (30/6/2026), mendadak berubah menjadi panggung pertunjukan udara yang memukau. 

Tiga penerbang paramotor membelah cakrawala dengan gerakan-gerakan presisi, membentuk lengkungan demi lengkungan indah di atas hamparan pegunungan.

Advertisement

Di bawahnya, ribuan pasang mata terpaku. Anak-anak menunjuk ke arah langit. Orang tua mengabadikan momen menggunakan telepon genggam. 

Sesekali terdengar tepuk tangan panjang ketika ketiga pilot melakukan manuver rendah yang terlihat begitu dekat dengan kawasan acara.

Deru baling-baling yang berpadu dengan semilir angin pegunungan menciptakan harmoni tersendiri. 

Kain sayap paramotor berwarna-warni membelah langit Galunggung, menghadirkan panorama yang jarang disaksikan masyarakat Tasikmalaya.

Atraksi spektakuler tersebut menjadi pembuka kemeriahan kegiatan Serbuan Teritorial yang dipusatkan di Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.

Advertisement

Bagi sebagian masyarakat, inilah kali pertama mereka menyaksikan olahraga dirgantara dari jarak begitu dekat.

Tidak sedikit yang berdecak kagum ketika para pilot memperlihatkan kemampuan mengendalikan sayap di tengah hembusan angin pegunungan yang terkenal dinamis.

Pertunjukan itu bukan hanya menyajikan hiburan, melainkan juga memperkenalkan wajah lain dari Tasikmalaya sebagai daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga dirgantara.

Keindahan alam Galunggung selama ini dikenal sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan panorama pegunungan, kawah vulkanik, hingga hamparan hutan yang masih hijau.

Namun di balik bentang alam tersebut, tersimpan potensi lain yang kini mulai dilirik, yakni sebagai pusat pengembangan olahraga udara.

Kepala Pusat Potensi Dirgantara (Pusterau), Marsma TNI Ignatius Wahyu Anggono, S.E., M.M., menilai Tasikmalaya mempunyai karakter geografis yang sangat mendukung bagi perkembangan paramotor maupun paralayang.

Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi modal utama dalam membangun ekosistem olahraga dirgantara di wilayah Priangan Timur.
"Kami melihat warga sangat antusias terhadap olahraga paramotor, dan kepada seluruh warga di sini apabila berkenan dan berminat bisa bergabung bersama TNI AU," ujar Marsma TNI Ignatius Wahyu Anggono kepada awak media, Selasa (30/6/2026).

Pernyataan tersebut bukan sekadar ajakan. Di baliknya tersimpan strategi jangka panjang TNI Angkatan Udara untuk memperluas pembinaan olahraga dirgantara sekaligus membangun sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di bidang penerbangan rekreasi maupun olahraga prestasi.

Momentum Serbuan Teritorial tahun ini juga ditandai dengan proses sertifikasi sekaligus peresmian tiga venue olahraga dirgantara baru.

Ketiga lokasi tersebut dinilai memiliki karakteristik alam yang sangat mendukung aktivitas penerbangan bebas maupun paramotor. Lokasi tersebut meliputi Bukit Paralayang Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Bukit Paralayang Pasir Gowong dan Bukit Paralayang Datar Gandul, Kabupaten Ciamis.

Peresmian ketiga lokasi tersebut menjadi tonggak penting dalam pembangunan ekosistem olahraga udara di wilayah Priangan Timur.

Keberadaan venue baru itu diharapkan mampu menjadi pusat latihan atlet, lokasi penyelenggaraan kejuaraan nasional, hingga destinasi wisata olahraga yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Yang menarik, pembangunan venue olahraga dirgantara tersebut tidak hanya berorientasi pada pembinaan atlet.

Lebih jauh dari itu, pemerintah bersama TNI AU melihat peluang besar lahirnya sektor ekonomi baru melalui konsep sport tourism.

Kompetisi maupun festival paramotor biasanya mampu mendatangkan ribuan pengunjung dari berbagai daerah. 

Mereka membutuhkan hotel, penginapan, restoran, transportasi, hingga produk-produk UMKM lokal.
Efek berganda ekonomi inilah yang ingin dibangun di kawasan lingkar Galunggung.

Jika ekosistem tersebut berkembang, maka masyarakat sekitar bukan hanya menjadi penonton, tetapi ikut menikmati manfaat ekonomi melalui berbagai usaha pendukung.

Warung makan, homestay, penyewaan kendaraan, kerajinan tangan, hingga produk pertanian lokal berpotensi memperoleh pasar yang lebih luas.

Galunggung perlahan diarahkan bukan hanya sebagai wisata alam, melainkan sebagai kawasan wisata olahraga yang memiliki daya tarik sepanjang tahun.

Optimisme terhadap masa depan olahraga paramotor juga datang dari kalangan pelaku olahraga.

Ketua Pengurus Cabang Paramotor Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah, didampingi Bidang Bina Prestasi Dadang Hernawan, mengatakan perkembangan olahraga paramotor di Kota Tasikmalaya menunjukkan tren yang sangat positif.

Jumlah masyarakat yang ingin belajar terbang menggunakan paramotor terus bertambah.
Menariknya, minat tersebut datang dari berbagai kalangan.

Tidak hanya orang dewasa, banyak pula siswa sekolah yang mulai mengenal olahraga dirgantara sebagai pilihan aktivitas sekaligus cabang olahraga prestasi.

"Di Kota Tasikmalaya semakin banyak peminat paramotor baik dari kalangan siswa ataupun dari masyarakat umum. Saya berharap ini akan menjadi aset bibit-bibit atlet berprestasi yang akan mengukir prestasi yang mengharumkan nama Kota Tasikmalaya," ujar Yogi.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa olahraga yang dulu dianggap eksklusif kini mulai semakin dekat dengan masyarakat.

Ketersediaan venue resmi diyakini akan semakin mempercepat proses pembinaan atlet muda.

Meski atraksi paramotor menjadi pusat perhatian, Serbuan Teritorial sejatinya dirancang sebagai program yang jauh lebih luas.

Pusterau menghadirkan berbagai kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Pada sektor kesehatan, warga memperoleh kesempatan mengikuti pelayanan kesehatan gratis melalui program Bakti Kesehatan.

Pelayanan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap akses kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan TNI AU dengan warga.

Di sektor lingkungan hidup, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai upaya menjaga kelestarian kawasan hijau Tasikmalaya.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kawasan pegunungan merupakan penyangga ekosistem sekaligus sumber mata air bagi masyarakat sekitar.

Rangkaian kegiatan juga menyentuh sektor ekonomi rakyat, melalui Bazar Murah UMKM, pelaku usaha lokal memperoleh ruang promosi sekaligus kesempatan memperluas pasar.

Masyarakat pun dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Tidak berhenti di situ, panitia juga menghadirkan penyuluhan mengenai ketahanan pangan, peternakan, serta perikanan yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif.

Suasana semakin semarak dengan penyelenggaraan jalan sehat dan perkumpulan komunitas campervan.

Aktivitas tersebut sekaligus memperkenalkan potensi wisata Tasikmalaya kepada para peserta yang datang dari berbagai daerah.

Bagi pecinta wisata alam, kawasan Galunggung memang menawarkan perpaduan panorama pegunungan, udara sejuk, dan akses menuju berbagai destinasi wisata di Priangan Timur.

Langit yang Membawa Harapan
Atraksi tiga paramotor yang menghiasi langit Galunggung mungkin hanya berlangsung beberapa menit.

Namun pesan yang dibawanya jauh lebih panjang.
Pertunjukan udara itu menjadi simbol bahwa Tasikmalaya tengah membuka babak baru dalam pengembangan olahraga dirgantara.

Ketika langit menjadi arena prestasi, bumi di bawahnya diharapkan ikut bergerak. Dimana masyarakat memperoleh peluang ekonomi dan anak-anak memiliki cita-cita baru menjadi atlet dirgantara.

Sementara wisata daerah memperoleh wajah baru yang mampu menarik lebih banyak pengunjung.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Harniwan Obech
PenulisHarniwan ObechSarjana Administrasi Negara, STIA YPPT Priatim, (Angkatan tahun 1994). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 18-04-2021, Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia