Kisah Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Debutan yang Tak Pernah Kalah dalam 90 Menit
Kisah Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 berakhir manis meski tersingkir. Debutan asal Afrika itu tak pernah kalah dalam 90 menit dan bahkan memaksa Argentina bermain hingga extra time.
JAKARTA – Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kisah paling mengejutkan sepanjang turnamen. Berstatus debutan, wakil Afrika itu sukses melaju hingga babak 32 besar dan tak pernah menelan kekalahan dalam waktu normal selama tampil di ajang empat tahunan tersebut.
Perjalanan mereka baru terhenti setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina melalui babak extra time. Meski tersingkir, kiprah Tanjung Verde meninggalkan kesan mendalam bagi pecinta sepak bola dunia.
Debutan yang Sulit Ditaklukkan
Tanjung Verde tampil impresif sejak fase grup. Mereka membuka perjalanan dengan menahan Spanyol 0-0, lalu kembali bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi.
Pada laga terakhir Grup H, Tanjung Verde bermain 2-2 kontra Uruguay. Hasil itu cukup membawa mereka finis sebagai runner-up grup, bahkan mengungguli Uruguay yang merupakan dua kali juara dunia.
Catatan tersebut membuat Tanjung Verde lolos ke babak 32 besar sebagai debutan. Menariknya, mereka menutup turnamen tanpa sekalipun kalah dalam 90 menit, meski juga belum meraih kemenangan.
Paksa Argentina Bermain hingga Extra Time
Di babak 32 besar, Tanjung Verde menghadapi juara bertahan Argentina. Lionel Messi membawa Albiceleste unggul lebih dulu pada babak pertama.
Namun, Tanjung Verde menunjukkan mental kuat. Deroy Duarte mencetak gol penyeimbang di awal babak kedua sehingga skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai.
Drama berlanjut pada extra time. Lisandro Martinez membawa Argentina kembali unggul, tetapi Sidney Lopes Cabral membalas lewat gol indah yang mengubah skor menjadi 2-2.
Argentina akhirnya memastikan kemenangan 3-2 setelah Diney Borges mencetak gol bunuh diri pada menit ke-111. Meski kalah, Tanjung Verde menutup laga dengan tekanan bertubi-tubi yang memaksa Emiliano Martinez bekerja keras mengamankan kemenangan Albiceleste.
Vozinha Jadi Sorotan Dunia
Salah satu sosok paling mencuri perhatian adalah kiper senior Tanjung Verde, Vozinha. Di usia 40 tahun, ia tampil luar biasa dengan sederet penyelamatan penting sepanjang turnamen.
Penampilan gemilangnya bahkan beberapa kali membuat Lionel Messi frustrasi saat berhadapan satu lawan satu.
Popularitas Vozinha pun melonjak drastis. Akun Instagram miliknya yang sebelumnya memiliki sekitar 50 ribu pengikut kini disebut telah menembus lebih dari 17 juta followers, menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap kiprah Tanjung Verde di Piala Dunia 2026.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Tanjung Verde berhasil membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan di panggung sepak bola dunia. Debut bersejarah ini menjadi modal berharga untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


