Advertisement
Olahraga

Kanada Tak Gentar Hadapi Maroko, Jesse Marsch Sebut Ini Ujian Terbesar

Pelatih Kanada Jesse Marsch menyebut Maroko sebagai ujian terberat di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kanada tetap percaya diri melanjutkan sejarah di fase gugur.

TIMES Indonesia,
Kanada Tak Gentar Hadapi Maroko, Jesse Marsch Sebut Ini Ujian Terbesar
Pelatih Timnas Kanada Jesse Alan Marsch memantau latihan para pemainnya menjelang Piala Dunia 2026 di Toronto, Kanada, Senin (8/6/2026) waktu setempat. (Foto: ANTARA FOTO/Xinhua/Zou Zheng/tom)
A-AA+

JAKARTA – Pelatih Kanada Jesse Marsch menyebut duel melawan Maroko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 sebagai tantangan paling berat yang dihadapi timnya sejauh ini. Kedua tim dijadwalkan bertemu di Houston Stadium, Amerika Serikat, Minggu (5/7/2026) pukul 00.00 WIB.

Menurut Marsch, Maroko datang ke fase gugur dengan modal yang sangat meyakinkan. Singa Atlas dinilai memiliki kualitas individu yang tinggi, organisasi permainan yang solid, serta kepercayaan diri yang terus meningkat setelah tampil impresif sepanjang turnamen.

Advertisement

"Kami sangat antusias menghadapi momen ini. Maroko adalah tim dengan talenta individu yang luar biasa dan organisasi permainan yang sangat baik. Hasil-hasil yang mereka raih menunjukkan betapa besar kepercayaan diri mereka saat ini. Kami sadar akan menghadapi tantangan yang sangat besar," ujar Marsch dalam konferensi pers pralaga seperti dikutip dari FIFA, Sabtu (4/7/2026).

Pelatih asal Amerika Serikat itu menyebut antusiasme tinggi tetap menyelimuti skuadnya meski harus menghadapi salah satu tim yang tampil paling konsisten sepanjang turnamen.

Maroko melaju ke babak 16 besar tanpa menelan kekalahan. Singa Atlas menahan imbang Brasil pada fase grup sebelum menyingkirkan Belanda lewat adu penalti pada babak 32 besar.

Sementara itu, Kanada mencetak sejarah dengan menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah gagal melakukannya pada edisi 1986 dan 2022.

Meski mengakui kualitas lawan, Marsch tetap berharap anak asuhnya mampu memberikan penampilan terbaik demi menjaga peluang melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Advertisement

Bek Kanada Alistair Johnston yang pernah bermain melawan Maroko pada Piala Dunia sebelumnya, telah mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terbebani oleh nama besar Maroko maupun atmosfer pertandingan.

"Saya mengatakan kepada para pemain, mainkan pertandingannya, bukan momennya. Pada akhirnya tetap 11 lawan 11, bolanya tetap bulat, ukuran lapangannya juga sama," ujar Johnston.

"Seluruh dunia akan menyaksikan. Mari tampil dan memberikan performa terbaik kami." (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia