Meksiko vs Inggris, El Tri Andalkan Tuah Estadio Azteca Hadapi Three Lions
Meksiko menghadapi Inggris pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan modal rekor impresif di Estadio Azteca. El Tri bertekad mengakhiri penantian 40 tahun untuk kembali menembus perempat final.
JAKARTA – Meksiko akan menghadapi salah satu laga paling penting dalam sejarah sepak bolanya saat bertemu Inggris pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Senin (6/7/2026) pukul 07.00 WIB.
Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri di Estadio Azteca, El Tri bertekad mengakhiri penantian panjang selama 40 tahun untuk kembali menembus perempat final Piala Dunia.
Laga ini menjadi kesempatan emas bagi Meksiko untuk mematahkan kutukan yang selama beberapa dekade menghantui mereka di fase gugur. Terakhir kali El Tri mencapai babak delapan besar terjadi pada Piala Dunia 1986, ketika juga berstatus sebagai tuan rumah.
Estadio Azteca diyakini menjadi salah satu modal terbesar Meksiko. Stadion legendaris yang dibuka pada 1966 itu memiliki rekor kandang luar biasa. Dalam pertandingan resmi, Meksiko hanya dua kali menelan kekalahan di stadion tersebut, dengan kekalahan terakhir terjadi saat menghadapi Honduras pada September 2013.
Legenda sepak bola Meksiko Hugo Sánchez menilai atmosfer Azteca bisa menjadi faktor pembeda saat menghadapi Inggris.
"Stadion ini seperti monster. Itulah yang menjelaskan mengapa kami memiliki begitu banyak kemenangan dan sangat sedikit kekalahan. Kami optimistis karena jika bermain seperti saat melawan Ekuador, kami mampu mengalahkan Inggris," kata Sánchez.
Statistik semakin memperkuat optimisme publik tuan rumah. Dalam tiga edisi Piala Dunia yang dimainkan di kandang sendiri, yakni 1970, 1986, dan 2026, Meksiko belum pernah kalah di Estadio Azteca dengan catatan delapan kemenangan dan dua hasil imbang dari 10 pertandingan.
Pada Piala Dunia 2026, Meksiko tampil impresif dengan menyapu bersih empat laga awal. Mereka mengalahkan Afrika Selatan 2-0, Republik Ceko 3-0, Korea Selatan 1-0, serta menyingkirkan Ekuador 2-0 di babak 32 besar tanpa sekali pun kebobolan.
Keberhasilan tersebut menjadi kali pertama Meksiko membuka perjalanan di Piala Dunia dengan empat kemenangan beruntun.
Pelatih Javier Aguirre mengakui perjalanan tim nasional Meksiko di Piala Dunia selama beberapa dekade terakhir selalu diwarnai kekecewaan. Setelah gagal tampil pada edisi 1990, El Tri tujuh kali berturut-turut tersingkir di babak 16 besar sebelum bahkan gagal lolos dari fase grup pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
"Saya pernah mengalaminya sendiri. Rasanya sangat menyakitkan karena Anda tampil bagus di fase grup, tetapi akhirnya tersingkir dengan berbagai cara," ujar Aguirre.
Kini, Meksiko berharap cerita itu berubah. Bermain di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut, mereka berharap kondisi tersebut menjadi keuntungan tambahan menghadapi Inggris.
Gelandang Alvaro Fidalgo mengakui Inggris merupakan salah satu tim terbaik dunia. Namun, ia menegaskan Meksiko memiliki kepercayaan diri tinggi.
"Inggris memiliki banyak pemain hebat, tetapi kami sedang berada dalam performa terbaik. Azteca adalah stadion yang mengintimidasi, dan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia tidak akan mudah bagi siapa pun," katanya
Di sisi lain, Inggris datang dengan status unggulan. Tim berjuluk The Three Lions melangkah ke fase gugur setelah mengalahkan Kongo 2-1 berkat dua gol Harry Kane.
Skuad Inggris dipenuhi pemain-pemain papan atas Liga Inggris dan bertekad mencapai perempat final untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah berhasil melakukannya pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya.
Meski unggul dari sisi kualitas individu, Inggris menghadapi tantangan besar berupa adaptasi terhadap ketinggian Mexico City. Tim asuhan Inggris baru tiba pada Jumat malam atau sekitar 48 jam sebelum pertandingan.
Sejumlah pakar ilmu olahraga menilai rentang waktu tersebut merupakan periode yang kurang ideal untuk beradaptasi dengan udara tipis di dataran tinggi, sehingga berpotensi memengaruhi kondisi fisik para pemain selama pertandingan berlangsung.
Selain faktor alam, Inggris juga diperkirakan harus menghadapi tekanan luar biasa dari pendukung tuan rumah. Suporter Meksiko dikenal menciptakan atmosfer yang sangat intimidatif di Estadio Azteca, sehingga pertandingan diprediksi berlangsung sengit sejak menit pertama.
Pemenang laga ini akan melaju ke babak perempat final dan bertemu pemenang antara Brasil vs Norwegia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


