FIFA Batalkan Kartu Merah, Striker AS Folarin Balogun Bisa Tampil Lawan Belgia
FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain Folarin Balogun sehingga striker Amerika Serikat itu dapat tampil melawan Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
JAKARTA – FIFA membuat keputusan mengejutkan dengan menangguhkan hukuman larangan satu pertandingan terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan tersebut membuat striker berusia 25 tahun itu tetap bisa memperkuat timnya saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) besok.
Sebelumnya, Balogun diganjar kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 di babak 32 besar. Ia dinilai melakukan pelanggaran setelah menginjak pergelangan kaki kanan pemain Bosnia, Tarik Muharemovic, sehingga otomatis harus menjalani sanksi larangan bermain satu pertandingan.
Namun, menjelang laga kontra Belgia, Komite Disiplin FIFA memutuskan untuk menangguhkan pelaksanaan hukuman tersebut.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menjelaskan bahwa pelaksanaan sanksi ditunda selama masa percobaan satu tahun sesuai Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.
Artinya, Balogun tetap dapat tampil di Piala Dunia. Namun, apabila dalam masa percobaan tersebut ia kembali melakukan pelanggaran dengan tingkat keseriusan yang sama, hukuman yang saat ini ditangguhkan akan langsung diberlakukan, di samping sanksi baru atas pelanggaran berikutnya.
FIFA juga menegaskan bahwa badan yudisialnya memiliki kewenangan untuk menangguhkan pelaksanaan sebagian atau seluruh sanksi disiplin berdasarkan pertimbangan tertentu.
Keputusan tersebut langsung mendapat respons dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Melalui akun media sosial Truth Social, Trump menyampaikan apresiasi kepada FIFA.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan sebuah ketidakadilan besar!" tulis Trump.
Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer) juga menyambut baik keputusan tersebut.
Sebelum keputusan FIFA diumumkan, Balogun sempat menyatakan bahwa hukuman kartu merah yang diterimanya terlalu berat. Menurutnya, insiden tersebut lebih layak diganjar kartu kuning karena terjadi secara tidak disengaja.
"Tidak ada tempat lain untuk meletakkan kaki. Itu situasi yang tidak bisa dihindari. Saya melihat banyak pendapat berbeda, tetapi menurut saya kartu kuning sudah cukup adil," ujar Balogun.
Hingga berita ini ditulis, Federasi Sepak Bola Belgia belum memberikan tanggapan terkait perubahan keputusan FIFA tersebut.
Balogun menjadi salah satu pemain kunci Amerika Serikat sepanjang Piala Dunia 2026. Ia telah mencetak tiga gol dalam empat pertandingan dan dua kali terpilih sebagai Player of the Match.
Jika kembali mencetak gol ke gawang Belgia, Balogun akan menyamai rekor Bert Patenaude sebagai pemain tim nasional putra Amerika Serikat dengan gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Patenaude mengukir catatan tersebut pada Piala Dunia pertama tahun 1930.
Sementara itu, rekor gol terbanyak pemain Amerika Serikat dalam satu edisi Piala Dunia, termasuk sektor putri, masih dipegang Michelle Akers yang mencetak 10 gol pada Piala Dunia Wanita FIFA 1991. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


