Advertisement
Olahraga

Amerika Serikat Ingin Akhiri Kutukan atas Belgia di Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memburu tiket perempat final Piala Dunia 2026 sekaligus membalas kekalahan dari Belgia pada edisi 2014. Folarin Balogun dipastikan bisa tampil setelah sanksinya ditangguhkan FIFA.

TIMES Indonesia,
Amerika Serikat Ingin Akhiri Kutukan atas Belgia di Piala Dunia 2026
Christian Pulisic membawa misi besar saat AS bertemu Belgia di babak 16 besar. (Foto: FIFA)
A-AA+

JAKARTA Timnas Amerika Serikat membawa misi ganda saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) oukul 07.00 WIB.

Selain memburu tiket ke perempat final, skuad asuhan Mauricio Pochettino juga ingin membalas kekalahan menyakitkan dari Belgia pada Piala Dunia 2014.

Advertisement

Dua belas tahun lalu, Amerika Serikat harus mengakui keunggulan Belgia 1-2 melalui babak perpanjangan waktu di fase yang sama. Kini, dengan komposisi pemain yang jauh berbeda, kesempatan membalas kekalahan itu kembali terbuka.

"Kami adalah dua tim yang sangat berbeda dibandingkan saat bertemu pada Maret lalu," kata kapten Amerika Serikat, Tim Ream.

Amerika Serikat datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 di babak 32 besar. Kemenangan itu sekaligus menjadi kemenangan kedua mereka sepanjang sejarah di fase gugur Piala Dunia.

Tambahan motivasi datang setelah FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain Folarin Balogun. Striker yang telah mencetak tiga gol di Piala Dunia 2026 itu dipastikan bisa kembali memperkuat tim setelah sebelumnya menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia.

Pelatih Mauricio Pochettino pun diperkirakan dapat menurunkan komposisi terbaiknya menghadapi Belgia.

Advertisement

Bintang Amerika Serikat, Christian Pulisic, mengingatkan rekan-rekannya agar tidak memberi ruang kepada Belgia yang memiliki banyak pemain berbahaya.

"Mereka memiliki banyak pemain yang bisa melukai kami. Kami harus siap menghadapi itu dan harus lebih klinis ketika mendapatkan peluang," ujar Pulisic.

Jika berhasil menyingkirkan Belgia, Amerika Serikat akan mencatat sejarah dengan meraih dua kemenangan beruntun di fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sekaligus melaju ke perempat final sejak edisi 2002.

Namun, Belgia bukan lawan yang mudah. Tim berjuluk The Red Devils menunjukkan mental kuat ketika bangkit dari ketertinggalan dua gol pada menit ke-86 sebelum akhirnya mengalahkan Senegal 3-2 lewat babak perpanjangan waktu di babak 32 besar.

Selain pernah mengalahkan Amerika Serikat pada Piala Dunia 2014, Belgia juga menang telak 5-2 dalam laga uji coba yang berlangsung pada Maret 2026.

Meski demikian, bek Belgia Maxim De Cuyper menilai hasil tersebut tidak bisa dijadikan acuan.

"Kemenangan 5-2 atas Amerika Serikat pada Maret memberikan gambaran yang sedikit menyesatkan. Pertandingan itu sebenarnya bisa saja berakhir berbeda," ujarnya.

Kiper Thibaut Courtois juga menegaskan Belgia kini memasuki era baru. Meski masih diperkuat sejumlah pemain senior seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Axel Witsel, skuad saat ini dipenuhi pemain muda yang ingin menciptakan sejarah baru.

"Ini adalah era baru bagi kami. Memang masih ada beberapa pemain dari generasi emas, tetapi sekarang kami memiliki generasi baru yang ingin menulis sejarah untuk Belgia," kata Courtois.

Bagi Amerika Serikat, keberhasilan menembus perempat final diyakini akan memberi dampak besar terhadap perkembangan sepak bola di negara tersebut.

"Kami ingin meninggalkan warisan. Semakin jauh kami melangkah, semakin besar pula perkembangan sepak bola di Amerika Serikat," ujar gelandang Tyler Adams.

Pemenang laga Amerika Serikat kontra Belgia akan menghadapi pemenang pertandingan Spanyol melawan Portugal di babak perempat final Piala Dunia 2026. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia