Advertisement
Olahraga

Derbi Iberia: Portugal dan Spanyol Sama-Sama Yakin Lolos ke Perempat Final

Portugal dan Spanyol tebar optimisme jelang Derbi Iberia di Piala Dunia 2026 untuk memperbutkan tiket perempat final.

TIMES Indonesia,
Derbi Iberia: Portugal dan Spanyol Sama-Sama Yakin Lolos ke Perempat Final
Cristiano Ronaldo berharap bisa membawa Portugal melewati hadangan Spanyol di babal 16 beaar.
A-AA+

JAKARTA Pertemuan Portugal dan Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase gugur. Dua raksasa Semenanjung Iberia itu akan saling berhadapan di Dallas Stadium, Selasa (7/7/2026) pukul 02.00 WIB untuk memperebutkan tiket ke perempat final.

Portugal melangkah ke fase gugur sebagai runner-up Grup K setelah bangkit mengalahkan Kroasia. Sementara Spanyol tampil meyakinkan sebagai juara Grup H usai membungkam Austria 3-0.

Advertisement

Laga ini menjadi pertemuan ketiga kedua negara di putaran final Piala Dunia. Sebelumnya, Spanyol menang 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2010 lewat gol tunggal David Villa, sedangkan duel fase grup Piala Dunia 2018 berakhir imbang 3-3 dalam laga yang dikenang berkat hattrick Cristiano Ronaldo.

Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, mengakui Spanyol selalu menjadi salah satu kandidat juara di setiap turnamen besar. Meski demikian, ia optimistis Selecao das Quinas mampu melangkah ke babak berikutnya.

"Saya memiliki kedekatan yang sangat spesial dengan Spanyol. Keluarga saya bahkan hampir bisa disebut orang Spanyol. Mereka selalu menjadi kandidat juara Piala Dunia maupun Piala Eropa. Namun pertandingan seperti ini akan ditentukan oleh detail-detail kecil, dan saya berharap Portugal yang mampu memanfaatkannya. Saya percaya kami akan menang," ujar Ronaldo.

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menilai duel sesama negara Iberia akan berlangsung seimbang karena kedua tim sama-sama mengandalkan penguasaan bola.

"Spanyol adalah tim yang hebat. Kami sama-sama membutuhkan bola dan bertahan melalui penguasaan bola. Pertandingan ini akan mirip seperti saat kami bertemu di UEFA Nations League. Kami membutuhkan karakter, intensitas tinggi, serta kontribusi seluruh pemain, termasuk mereka yang masuk dari bangku cadangan," kata Martinez.

Advertisement

Ia bahkan menyebut duel Portugal kontra Spanyol layak terjadi di partai puncak.

"Sayang sekali pertandingan ini terjadi di babak 16 besar. Saya pikir ini seharusnya bisa menjadi final yang luar biasa bagi sepak bola Iberia," ujarnya.

Di kubu Spanyol, pelatih Luis de la Fuente juga melihat banyak kesamaan antara kedua tim, baik dalam cara menyerang maupun bertahan.

"Kami adalah dua tim dengan karakteristik yang sangat mirip. Sama-sama melakukan tekanan tinggi setelah kehilangan bola, nyaman menguasai permainan, dan senang membangun serangan melalui umpan-umpan pendek. Karena itu pertandingan ini akan ditentukan oleh detail-detail kecil," ucapnya.

Menurut De la Fuente, kualitas individu para pemain membuat keseimbangan pertandingan bisa berubah hanya dalam satu momen.

"Dengan begitu banyak pemain berkualitas di lapangan, keseimbangan pertandingan bisa berubah kapan saja. Kami harus benar-benar memperhatikan setiap detail agar memiliki peluang besar untuk menang," katanya.

Pemenang laga klasik Iberia ini akan menghadapi pemenang pertandingan Amerika Serikat kontra Belgia pada babak perempat final Piala Dunia 2026. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia