Advertisement
Olahraga

Timnas Tanjung Verde Disambut Bak Pahlawan Usai Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

Timnas Tanjung Verde disambut bak pahlawan usai menorehkan sejarah di Piala Dunia 2026. Ribuan suporter memadati Praia untuk merayakan kepulangan Blue Sharks setelah tampil impresif hingga babak 32 besar.

TIMES Indonesia,
Timnas Tanjung Verde Disambut Bak Pahlawan Usai Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
Suporter berkumpul menyambut Timnas Tanjung Verde yang tiba di Praia, Tanjung Verde, Minggu (5/7/2026) waktu setempat, setelah berlaga di Piala Dunia 2026. (Jose Correia / AFP)
A-AA+

JAKARTA Skuad Timnas Tanjung Verde mendapat sambutan luar biasa setibanya di ibu kota Praia pada Senin (6/7/2026) dini hari WIB. Ribuan pendukung memadati kota untuk menyambut kepulangan mereka setelah menorehkan sejarah di ajang Piala Dunia 2026.

Meski langkah mereka terhenti di babak 32 besar usai kalah dramatis 2-3 dari Argentina lewat babak perpanjangan waktu, pencapaian tersebut tetap disambut penuh kebanggaan oleh masyarakat.

Advertisement

Perayaan Meriah di Praia

Ratusan hingga ribuan suporter terlihat memenuhi area bandara hingga jalan utama kota. Para pemain kemudian diarak menggunakan bus atap terbuka menuju Pantai Quebra Canela dalam suasana perayaan yang meriah.

Momen ini semakin spesial karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Tanjung Verde yang diperingati setiap 5 Juli. Di atas panggung perayaan, para pemain berjuluk Blue Sharks bersama pelatih Bubista tampak menari dan berinteraksi dengan suporter di bawah tulisan “Obrigado! Cabo Verde”.

Vozinha Jadi Sorotan Suporter

Kiper veteran Vozinha menjadi salah satu pusat perhatian dalam perayaan tersebut. Ia menyapa langsung ribuan fans dengan penuh antusias.

“Apa kabar, Praia!” serunya melalui mikrofon yang langsung disambut sorakan meriah dari para pendukung.

Catatan Sejarah Tanjung Verde di Panggung Dunia

Tanjung Verde merupakan negara kecil dengan populasi sekitar 500 ribu jiwa yang terdiri dari 10 pulau vulkanik. Mereka baru aktif di kualifikasi Piala Dunia pada awal abad ke-21.

Advertisement

Pada edisi 2026, Tanjung Verde datang dengan peringkat dunia ke-67 dan sukses mencatat sejarah sebagai negara berpenduduk terkecil yang mampu menembus fase gugur.

Di fase grup, mereka mengejutkan dunia dengan menahan imbang dua mantan juara dunia, Spanyol dan Uruguay. Performa itu membawa mereka lolos ke babak knockout dengan status underdog yang paling disorot.

Perlawanan Sengit hingga Laga Terakhir

Perjalanan impresif Blue Sharks ditutup dengan pertarungan sengit melawan Argentina di Miami. Mereka mampu memberi perlawanan kuat hingga laga harus ditentukan melalui babak tambahan waktu sebelum akhirnya kalah 2-3.

Meski gagal melangkah lebih jauh, perjuangan tanpa rasa takut Tanjung Verde mendapat apresiasi luas dari publik sepak bola dunia.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizal Dani P
PenulisRizal Dani PSarjana Ekonomi Manajemen Universitas Merdeka Malang (2022). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia