Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bruno Fernandes: Kami Punya Kualitas Juara Dunia
Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 0-1 dari Spanyol. Bruno Fernandes menegaskan Seleção das Quinas tetap memiliki kualitas untuk menjadi juara dunia.
JAKARTA – Perjalanan Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 harus berakhir pada babak 16 besar setelah kalah tipis 0-1 dari Spanyol. Gol dramatis Mikel Merino pada menit ke-91 memupus harapan Seleção das Quinas untuk meraih gelar juara dunia pertama dalam sejarah.
Meski gagal melangkah ke perempat final, gelandang Portugal Bruno Fernandes menegaskan timnya tetap memiliki kualitas untuk menjadi juara dunia di masa depan.
Bruno Fernandes Tetap Yakin Portugal Bisa Juara
Portugal datang ke Piala Dunia 2026 dengan skuad bertabur bintang. Nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Ruben Dias, Vitinha, Joao Neves, hingga Nuno Mendes menjadi tumpuan harapan publik.
Namun, langkah mereka terhenti setelah kalah dalam duel sengit melawan Spanyol. Pertandingan sempat diprediksi berlanjut ke babak perpanjangan waktu sebelum Merino mencetak gol penentu kemenangan pada masa injury time.
Bruno Fernandes mengaku kecewa karena Portugal gagal memenuhi target menjadi juara dunia. Meski demikian, ia meminta seluruh pemain tetap percaya terhadap kemampuan tim.
"Tentu kami sedih. Kami datang ke sini dengan satu tujuan, yaitu menjuarai Piala Dunia. Tidak ada cara untuk bersikap positif karena kami gagal melangkah hingga akhir," ujar Bruno.
"Saya tahu Portugal belum pernah menjuarai Piala Dunia, tetapi kami selalu memasang target tinggi. Saya benar-benar yakin kelompok ini memiliki kualitas untuk menjuarai turnamen. Kami tidak boleh kehilangan keyakinan," lanjut gelandang Manchester United tersebut.
Ronaldo Tutup Karier Piala Dunia, Portugal Tatap 2030
Bek Portugal Ruben Dias menilai timnya sebenarnya telah memberikan penampilan terbaik saat menghadapi Spanyol. Menurutnya, Portugal menciptakan sejumlah peluang, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol kemenangan.
"Kami memberikan segalanya, tetapi sayangnya itu belum cukup. Kami memiliki banyak peluang, namun gagal mencetak gol yang bisa mengubah jalannya pertandingan," kata Dias.
Laga melawan Spanyol juga menjadi penampilan terakhir Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia. Kapten Portugal itu mengakhiri kariernya di turnamen terbesar sepak bola dunia dengan torehan tiga gol pada edisi 2026, sekaligus mempertahankan status sebagai pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang sejarah Piala Dunia dan pemain pertama yang berhasil mencetak gol dalam enam edisi berbeda.
"Saya baik-baik saja. Saya hanya sedih harus meninggalkan Piala Dunia seperti ini. Namun saya sudah memberikan segalanya dan pergi dengan hati yang tenang," ujar Ronaldo.
Kekalahan dari Spanyol juga menandai berakhirnya masa kepelatihan Roberto Martinez setelah tiga setengah tahun menangani Portugal. Meski gagal memenuhi target, Martinez tetap memuji semangat juang para pemain sepanjang turnamen.
Portugal kini mulai mengalihkan fokus menuju Piala Dunia 2030, di mana mereka akan menjadi salah satu tuan rumah. Dengan banyak pemain inti yang masih berada di usia produktif serta munculnya generasi muda bertalenta, Seleção das Quinas diyakini masih memiliki peluang besar untuk mewujudkan mimpi meraih gelar juara dunia pertama.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


