16 Besar Piala Dunia 2026: Pertahanan Baja Kolombia Diuji Disiplin Swiss
Dua tim yang tampil konsisten sejak fase grup, Swiss dan Kolombia, akan saling menguji pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di BC Place, Vancouver, Rabu (8/7/2026) WIB.
JAKARTA – Rekor tak terkalahkan salah satu tim akan berakhir saat Swiss berhadapan dengan Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di BC Place, Vancouver, Rabu (8/7/2026) 03.00 WIB. Kedua tim sama-sama belum tersentuh kekalahan sepanjang turnamen.
Kedua tim memang datang dengan modal impresif karena belum terkalahkan sepanjang turnamen.
Swiss lolos ke fase gugur sebagai juara Grup B sebelum menyingkirkan Aljazair dengan skor 2-0 pada babak 32 besar. Tim asuhan Murat Yakin mulai menunjukkan konsistensi setelah beberapa kali gagal melangkah jauh di era modern Piala Dunia.
Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah gelandang berusia 20 tahun, Johan Manzambi. Pemain Freiburg itu telah mencatatkan tiga gol dan dua assist sepanjang turnamen, menjadikannya salah satu motor permainan Swiss.
Sementara itu, Kolombia juga tampil solid. Tim besutan Néstor Lorenzo meraih kemenangan atas Uzbekistan dan RD Kongo, bermain imbang tanpa gol melawan Portugal, lalu menyingkirkan Ghana 1-0 di babak 32 besar.
Dengan hanya kebobolan satu gol dalam empat pertandingan, Kolombia menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Piala Dunia 2026. Di lini depan, kehadiran Luis Díaz dan James Rodríguez tetap menjadi andalan untuk membongkar pertahanan lawan.
Rekor Pertemuan
Swiss dan Kolombia baru sekali bertemu di putaran final Piala Dunia, yakni pada fase grup edisi 1994 di Amerika Serikat.
Saat itu Kolombia menang 2-0 berkat gol Hernán Gaviria dan Harold Lozano. Meski demikian, Kolombia gagal lolos ke babak berikutnya karena finis di dasar klasemen grup, sedangkan Swiss melaju ke fase gugur sebagai runner-up.
Waspadai Kekuatan Lawan
Pelatih Swiss Murat Yakin menyebut laga babak 16 besar selalu memiliki tensi tinggi dan biasanya ditentukan oleh kualitas pemain-pemain terbaik.
"Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang intens. Jika kami mampu memainkan gaya permainan sendiri dan memberikan tekanan kepada lawan, kami akan melihat apa yang bisa terjadi," ujar Yakin.
Di kubu Kolombia, pelatih Néstor Lorenzo mengakui Swiss merupakan lawan yang komplet di lini serang maupun bertahan. Namun ia memastikan mayoritas pemainnya berada dalam kondisi siap bertanding.
"Swiss tampil bagus dalam menyerang maupun bertahan. Dan pelatih kepala mereka sudah menangani tim ini selama empat atau lima tahun. Mereka pernah tampil di dua Piala Dunia, sebagian pemainnya juga berlaga di Qatar, dan mereka sangat berpengalaman. Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang berat melawan tim yang cukup tangguh," ucapnya.
Lorenzo hanya dipastikan kehilangan penyerang Jhon Córdoba yang mengalami cedera otot dan harus mengakhiri turnamen lebih cepat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


