Lolos ke Perempat Final, Ruben Vargas: Kami Telah Menorehkan Sejarah untuk Swiss
Kemenangan atas Kolombia membawa Swiss mencatat sejarah dengan melaju ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam lebih dari tujuh dekade.
JAKARTA – Timnas Swiss memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kolombia melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 di BC Place, Vancouver, Selasa (8/7/2026) WIB. Kedua tim sebelumnya bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu tos-tosan.
kiper Gregor Kobel dan Ruben Vargas menjadi penentu kemenangan Swiss. Kobel menggagalkan dua penendang Kolmbia, Davinson Sanchez dan Cucho Hernandez. Sedangkan Vargas mencetak gol penentu di babak adu penalti.
Kemenangan tersebut membawa Swiss mencatat sejarah dengan melaju ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam lebih dari tujuh dekade. Di babak delapan besar, pasukan Murat Yakin sudah ditunggu Argentina yang dipimpin Lionel Messi.
Vargas mengaku belum sepenuhnya menyadari pencapaian besar tersebut. Apalagi, ia sempat diragukan tampil karena mengalami masalah kebugaran sebelum pertandingan.
"Saya rasa saya belum sepenuhnya menyadari apa yang terjadi. Saya bersyukur kepada Tuhan atas momen ini. Saya bahkan tidak yakin bisa bermain. Tim bekerja sangat keras selama lebih dari 120 menit. Sekarang kami telah mencetak sejarah dan rasanya luar biasa," ujar Vargas.
Pelatih Swiss Murat Yakin mengatakan hasil tersebut merupakan buah dari strategi yang telah disiapkan sejak awal pertandingan, termasuk pergantian pemain yang diproyeksikan menghadapi adu penalti.
"Rencana pertandingan berjalan persis seperti yang kami inginkan. Kami membutuhkan pengalaman dan mentalitas yang tepat sejak awal. Di babak kedua kami mendapat kontrol permainan yang lebih baik, lalu memasukkan pemain yang memang kami siapkan untuk adu penalti. Tentu kami juga sedikit beruntung, dan itu bagian dari sepak bola," kata Yakin.
Kapten Swiss Granit Xhaka menilai generasi pemain yang dimiliki negaranya saat ini merupakan salah satu yang terbaik. Menurutnya, perpaduan pemain senior dan muda menjadi modal penting hingga mampu melangkah ke delapan besar.
"Generasi ini sangat istimewa. Kami, para pemain berpengalaman, terus didorong oleh pemain-pemain muda. Sebagai negara kecil, kami ingin menunjukkan bahwa apa pun mungkin terjadi di level tertinggi sepak bola. Semua orang di tim ini pantas bangga dengan pencapaian kami," ujar Xhaka.
Di sisi lain, kekalahan tersebut menyisakan kekecewaan mendalam bagi Kolombia. Penyerang senior Luis Suarez menilai timnya sebenarnya layak melangkah lebih jauh di turnamen ini.
"Saya merasa tim nasional ini ditakdirkan untuk meraih sesuatu yang lebih besar. Saya hanya ingin berterima kasih kepada seluruh rakyat Kolombia dan para pendukung yang memenuhi stadion. Semoga ini menjadi titik balik karena apa yang ditunjukkan tim ini di Piala Dunia harus dilihat dari sisi positif," tutur Suarez.
Selanjutnya, Swiss akan menghadapi Argentina pada babak perempat final dalam laga yang diprediksi menjadi ujian terberat mereka sejauh ini. Tim berjuluk Nati itu harus menghentikan laju Lionel Messi yang saat ini memimpin daftar pencetak gol Piala Dunia 2026 dengan delapan gol, jika ingin melanjutkan kisah bersejarah mereka menuju semifinal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


