Advertisement
Olahraga

Gagal ke Final Liga 4 Nasional via Drama Penalti, Persinga Ngawi Tetap Segel Promosi ke Liga 3

Persinga Ngawi gagal ke final Piala Presiden 2026 usai kalah adu penalti 4-5 dari Pasuruan United, namun tetap mengamankan tiket promosi ke Liga 3 musim depan.

TIMES Indonesia,
Gagal ke Final Liga 4 Nasional via Drama Penalti, Persinga Ngawi Tetap Segel Promosi ke Liga 3
Persinga Ngawi (merah) gagal ke final Liga 4 Nasional setelah kalah adu penalti dari Pasuruan United di babak semifinal. (Foto:PSSI Liga 4)
A-AA+

YOGYAKARTA Langkah impresif Persinga Ngawi untuk menembus partai puncak Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 akhirnya terhenti. Dalam laga semifinal yang berlangsung sengit di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026), tim berjuluk Laskar Ketonggo ini dipaksa menyerah oleh sesama wakil Jawa Timur, Pasuruan United, lewat babak adu penalti dengan skor 4-5 setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.

​Pertemuan dua tim tangguh ini sudah diprediksi berjalan alot sejak awal. Pasuruan United menapakkan kaki di fase empat besar dengan modal meyakinkan sebagai juara Grup A di babak 8 besar. Sementara itu, Persinga Ngawi mengintai sebagai kekuatan yang tak kalah mengerikan setelah lolos dengan status runner-up Grup B.
​​Sejak peluit pertama dibunyikan, intensitas pertandingan langsung meninggi. Pasuruan United yang mengandalkan kolektivitas permainan mencoba mengambil kendali lini tengah. Namun, barisan pertahanan Persinga yang dikomandoi Zulkhairi, dengan disiplin tinggi sukses meredam setiap gelombang serangan.
​Memasuki babak kedua, Laskar Ketonggo berbalik menekan. Mengandalkan kecepatan Ridwan dan Yoshua Naa, Persinga sempat mendapatkan dua peluang emas di dalam kotak penalti. Sayang, penyelesaian akhir yang terburu-buru dan gemilangnya performa penjaga gawang Pasuruan United Miftah, membuat papan skor tetap tak berubah 0-0 hingga waktu normal usai.
​Laga pun terpaksa dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2 X 15 menit. Di fase krusial ini, faktor fisik mulai berbicara. Kedua tim tampak bermain lebih hati-hati untuk menghindari kesalahan fatal, sehingga skor kacamata bertahan hingga menit ke-120 dan memaksa pemenang ditentukan lewat drama adu penalti.

Advertisement

​Di babak tos-tosan, dewi fortuna lebih berpihak pada Pasuruan United. Dari lima eksekutor, seluruh penendang mereka sukses menjalankan tugas dengan sempurna. Sementara itu, salah satu penendang andalan Persinga Ngawi gagal menyarangkan bola, yang menyudahi babak penalti dengan skor 4-5 untuk kemenangan Pasuruan United.

​Menanggapi hasil minor di babak adu penalti ini, pelatih kepala Persinga Ngawi, Slamet Riyadi, tetap memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan anak asuhnya di lapangan.
​"Anak-anak sudah berjuang luar biasa selama 120 menit. Secara taktik dan organisasi permainan, mereka disiplin. Adu penalti selalu menjadi masalah mental dan sedikit faktor keberuntungan, dan hari ini keberuntungan belum berpihak pada kami. Kami meminta maaf kepada masyarakat Ngawi karena belum bisa membawa trofi juara," ujar Slamet Riyadi usai laga.
​Meski gagal melangkah ke partai final untuk memperebutkan Piala Presiden, Persinga Ngawi tidak pulang dengan tangan hampa. Keberhasilan menembus babak semifinal secara otomatis memastikan satu tiket promosi ke Liga 3 untuk musim kompetisi mendatang.
​"Ini (promosi ke Liga 3) adalah target awal kami dan patut kita syukuri. Ini menjadi modal sekaligus evaluasi besar bagi manajemen dan tim pelatih agar bisa mempersiapkan skuad yang jauh lebih matis dan kompetitif di kasta yang lebih tinggi musim depan," tukas Slamet Riyadi.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia