Advertisement
Olahraga

Belgia Tak Lagi Berpesta, Fokus Hentikan Laju Sempurna Spanyol

Belgia mengakhiri selebrasi usai mengalahkan Amerika Serikat 4-1 dan kini fokus menghadapi Spanyol di perempat final Piala Dunia 2026.

TIMES Indonesia,
Belgia Tak Lagi Berpesta, Fokus Hentikan Laju Sempurna Spanyol
Romelu Lukaku akan memimpin barisan depan Belgia saat melawan tembok kokoh Spanyol di perempat final Piala Dunia 2026. (Foto: FIFA)
A-AA+

JAKARTA Timnas Belgia memilih melupakan euforia kemenangan telak 4-1 atas tuan rumah Amerika Serikat dan langsung mengalihkan fokus ke laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. 

Kiper Thibaut Courtois menilai dua kemenangan dramatis di fase gugur telah meningkatkan kepercayaan diri tim berjuluk Red Devils itu.

Advertisement

Belgia menjalani sesi latihan di kawasan Los Angeles, Rabu (8/7/2026), sebagai persiapan menghadapi Spanyol yang belum sekali pun kebobolan sepanjang turnamen. Pertandingan perempat final akan digelar Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 dini hari WIB.

"Kami mendapat banyak kepercayaan diri karena tahu pertandingan melawan Amerika akan sangat sulit. Mereka bermain di kandang dengan dukungan penuh suporter, tetapi kami mampu tampil baik, baik saat bertahan maupun menyerang," kata Courtois.

Kemenangan atas Amerika Serikat sempat diwarnai selebrasi yang menjadi viral. Sejumlah pemain Belgia melakukan tarian yang identik dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Selebrasi itu muncul setelah FIFA mencabut hukuman larangan bermain penyerang AS Folarin Balogun, keputusan yang sempat memicu kontroversi.

Bek kiri Belgia Diego Moreira menegaskan tarian tersebut hanyalah bentuk perayaan kemenangan.

Advertisement

"Ada banyak cara merayakan gol atau kemenangan. Kami hanya merayakan hasil pertandingan," ujarnya.

Courtois sendiri mengaku tidak mengetahui selebrasi tersebut karena saat itu sedang menjalani tes doping seusai pertandingan.

Kini Belgia sepenuhnya mengalihkan perhatian kepada Spanyol. Red Devils datang sebagai tim yang tidak diunggulkan, tetapi Courtois justru melihat situasi itu mengingatkannya pada keberhasilan Belgia menyingkirkan Brasil 2-1 di perempat final Piala Dunia 2018.

"Mereka (Brasil) saat itu lebih difavoritkan dan mungkin memiliki kualitas individu yang lebih baik. Namun kami bermain sebagai satu tim dan terus berjuang. Laga melawan Senegal juga menunjukkan kami tidak pernah berhenti percaya hingga akhir," katanya.

Menurut Courtois, di Piala Dunia yang terpenting bukan selalu bermain indah, melainkan mampu memenangkan pertandingan.

"Yang paling penting adalah menang dan tetap kompetitif. Itulah yang sudah kami lakukan sejauh ini," ujarnya.

Belgia lolos ke perempat final setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Senegal 3-2, lalu tampil dominan saat menyingkirkan Amerika Serikat dengan skor 4-1. Tantangan berikutnya adalah menghentikan laju Spanyol yang masih sempurna dan belum kebobolan di Piala Dunia 2026. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia