Advertisement
Olahraga

Haissem Hassan, Pewaris Nama Besar yang Menjanjikan Masa Depan Timnas Mesir

Di balik kontroversi laga Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026, muncul Haissem Hassan, talenta baru yang digadang menjadi penerus Mohamed Salah sekaligus melanjutkan warisan besar keluarga Hassan.

TIMES Indonesia,
Haissem Hassan, Pewaris Nama Besar yang Menjanjikan Masa Depan Timnas Mesir
Pemain sayap tim nasional Mesir Haissem Hassan (kiri) berusaha menggiring bola melewati pengawalan dua pemain Argentina Julian Alvarez (tengah). (Foto: AFP/Roberto Schmidt)
A-AA+

JAKARTA Piala Dunia 2026 memang meninggalkan luka bagi Mesir. Kekalahan dramatis dari Argentina pada babak 16 besar lebih banyak dibicarakan karena kontroversi keputusan wasit yang memicu perdebatan luas. Namun di balik hiruk-pikuk tersebut, satu cerita justru layak mendapat perhatian lebih: lahirnya sosok baru yang berpotensi menjadi masa depan Pasukan Firaun, Haissem Hassan.

Pesepak bola berusia 24 tahun itu mungkin belum setenar Mohamed Salah. Bahkan, namanya baru masuk skuad Mesir beberapa bulan sebelum Piala Dunia dimulai. Akan tetapi, penampilannya saat menghadapi Argentina memperlihatkan alasan mengapa federasi sepak bola Mesir begitu bersungguh-sungguh merekrutnya.

Advertisement

Lebih dari sekadar pemain baru, Haissem membawa nama belakang yang memiliki makna historis dalam sepak bola Mesir: Hassan.

Nama Hassan yang Sarat Sejarah

Bagi publik Mesir, nama Hassan bukan sekadar identitas keluarga. Nama tersebut identik dengan era keemasan sepak bola nasional.

Ada Ahmed Hassan, pemegang rekor penampilan terbanyak bersama Timnas Mesir dengan 184 pertandingan sekaligus salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Afrika.

Ada pula Hossam Hassan, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Mesir dengan 69 gol, yang kini dipercaya menangani tim nasional. Saudara kembarnya, Ibrahim Hassan, juga menjadi bagian penting generasi emas Mesir dan kini menjabat Direktur Tim Nasional.

Ketiganya menjadi aktor utama ketika Mesir mendominasi sepak bola Afrika melalui empat gelar Piala Afrika pada periode 1986 hingga 2010.

Advertisement

Kini, nama Hassan kembali muncul dalam lembar sejarah melalui Haissem.

Lahir di Prancis, Memilih Membela Mesir

Berbeda dengan para pendahulunya, Haissem lahir di Bagnolet, Prancis, pada 8 Februari 2002.

Ia tumbuh dalam sistem sepak bola Prancis dan sempat memperkuat tim nasional kelompok umur Les Bleus, termasuk tampil pada Piala Dunia U-17 2019.

Namun darah Mesir dari sang ayah akhirnya menjadi pilihan. Setelah sempat diperebutkan Mesir dan Tunisia, Haissem memutuskan bergabung dengan Timnas Mesir pada Maret 2026.

Keputusan tersebut menjadi titik balik karier internasionalnya.

Panggung Besar Bernama Piala Dunia

Debut Haissem bersama Mesir sebenarnya datang terlambat akibat proses perpindahan federasi yang belum rampung. Ia baru tampil pada fase gugur melawan Australia.

Namun pertandingan melawan Argentina benar-benar menjadi panggung pembuktiannya.

Kecepatan, kemampuan membawa bola, serta keberanian melakukan penetrasi membuat pertahanan Argentina beberapa kali kesulitan.

Pada menit ke-58, Haissem menciptakan momen yang seharusnya menjadi salah satu assist terbaik turnamen. Ia merebut bola dari Lisandro Martinez, melewati beberapa pemain Argentina, lalu membangun serangan yang berujung gol Mostafa Zico.

Gol tersebut dianulir setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam proses perebutan bola.

Meski demikian, Haissem tetap mencatatkan assist ketika Zico kembali mencetak gol beberapa menit kemudian.

Penampilannya berakhir lebih cepat akibat cedera ringan, tetapi cukup untuk meninggalkan kesan bahwa Mesir menemukan senjata baru di sektor sayap.

Kandidat Penerus Mohamed Salah

Keputusan Mohamed Salah mengakhiri perjalanan bersama tim nasional selepas Piala Dunia 2026 membuat Mesir menghadapi tantangan besar mencari sosok pengganti.

Tidak mudah menggantikan pemain yang menjadi ikon sepak bola Afrika selama lebih dari satu dekade.

Namun Haissem menawarkan harapan.

Pengalamannya di sepak bola Eropa bersama Real Oviedo, keberhasilannya membantu klub promosi ke La Liga, hingga karakter bermain yang agresif menjadikannya kandidat kuat mengisi posisi yang selama ini identik dengan Salah.

Usianya yang masih muda juga memberi ruang besar bagi proses perkembangan.

Warisan Baru Pasukan Firaun

Piala Dunia 2026 memang berakhir dengan kekecewaan bagi Mesir.

Kontroversi pertandingan melawan Argentina boleh saja terus diperdebatkan. Namun, turnamen ini juga meninggalkan satu warisan penting: lahirnya generasi baru yang siap melanjutkan tradisi sepak bola Mesir.

Haissem Hassan mungkin belum memiliki koleksi trofi seperti Ahmed Hassan atau Hossam Hassan.

Tetapi penampilan singkatnya di panggung terbesar sepak bola dunia menjadi sinyal bahwa Pasukan Firaun telah menemukan babak baru setelah era Mohamed Salah.

Dan jika perkembangan kariernya terus menanjak, nama Hassan tampaknya akan kembali menghiasi sejarah panjang sepak bola Mesir.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia