Meski Cetak 14 Gol, Deschamps Tuntut Prancis Lebih Tajam Hadapi Maroko
Didier Deschamps meminta Prancis lebih efisien memanfaatkan peluang saat menghadapi Maroko di perempat final Piala Dunia 2026 meski Les Bleus sudah mengoleksi 14 gol.
JAKARTA – Produktivitas tinggi belum membuat Didier Deschamps merasa puas. Menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 menghadapi Maroko, pelatih Timnas Prancis itu justru menyoroti satu aspek yang dinilainya masih perlu diperbaiki, yakni efektivitas penyelesaian akhir.
Secara statistik, Les Bleus merupakan tim paling produktif sepanjang turnamen dengan koleksi 14 gol. Namun, Deschamps menilai jumlah gol tersebut belum sepenuhnya mencerminkan banyaknya peluang yang berhasil diciptakan anak asuhnya.
"Kedua tim memiliki kekuatan di semua lini. Kami memang cukup efektif, tetapi seharusnya bisa lebih baik lagi. Terkadang Anda menciptakan enam peluang dan hanya mencetak dua gol, sementara di kesempatan lain hanya memiliki dua peluang dan keduanya menjadi gol. Yang terpenting adalah efisiensi," ujar Deschamps seperti dikutip The Strait Times, Kamis (9/7/2026).
Prancis memastikan tempat di perempat final setelah menundukkan Paraguay 1-0 melalui eksekusi penalti Kylian Mbappe pada babak 16 besar.
Meski hanya menang dengan selisih satu gol, Les Bleus tetap menjadi tim tersubur di Piala Dunia 2026. Ketajaman mereka tidak hanya bergantung pada Mbappe, tetapi juga didukung lini depan yang dihuni Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola.
Di level individu, Mbappe juga terus bersaing dalam perebutan Sepatu Emas. Penyerang berusia 27 tahun itu telah mengoleksi tujuh gol, hanya terpaut satu gol dari kapten Argentina, Lionel Messi, yang sementara memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan delapan gol.
Maroko Bukan Lagi Tim Kejutan
Deschamps menilai tantangan sesungguhnya baru akan dihadapi Prancis saat bertemu Maroko.
Menurutnya, Singa Atlas telah berkembang menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia sejak mencetak sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022.
Kini, kualitas skuad Maroko dinilai semakin matang setelah juga mampu menembus final Piala Afrika.
"Kami pernah menghadapi mereka empat tahun lalu di semifinal. Mereka juga tampil di final Piala Afrika dan memiliki banyak pemain berkualitas. Mereka tidak datang ke sini hanya untuk bermain, tetapi untuk menang. Kami harus siap memberikan performa terbaik melawan tim yang hebat ini," kata Deschamps.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Prancis tidak ingin mengulangi kesalahan membuang peluang saat menghadapi lawan yang dikenal memiliki organisasi pertahanan disiplin serta kemampuan melakukan serangan balik cepat.
Efisiensi di depan gawang diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penentu siapa yang berhak melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


