Arema FC Women Parkir Liga 1 Putri 2026, Hormati Pra-Liga Uji Coba Regulasi
Pelatih Arema FC Women memberikan tanggapan terkait tidak adanya nama tim asuhannya dalam daftar tim Liga 1 Putri 2026.
TIMES Indonesia,
A-AA+
Pelatih Arema FC Women memberikan tanggapan terkait tidak adanya nama tim asuhannya dalam daftar tim Liga 1 Putri 2026.
Diketahui, muncul daftar enam tim yang disebut-sebut ambil bagian dalam Liga 1 Putri 2026, yang semuanya berasal dari wilayah Jabodetabek. Yakni, Persita Tangerang, Persija Jakarta, Bekasi FC, Persikad Depok, Garudayaksa, dan Dewa United.
Daftar peserta Liga 1 Putri yang hanya enam tim itu sempat emunculkan berbagai spekulasi di kalangan pecinta sepak bola putri Indonesia. Juga, pertanyaan terkait kesiapan klub-klub lain, termasuk Arema FC Women.
Pelatih Kepala Arema FC Women, Nanang Habibi menjelasankan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari penyelenggara, ajang yang hanya diikuti enam tim dari Jabodetabek tersebut merupakan pra-liga.
Menurut pelatih yang akrab disapa Coach Pepe itu, ajang tersebut bertujuan menguji sistem dan regulasi kompetisi, namun bukan Liga 1 Putri secara penuh.
"Arema FC Women siap. Cuma info dari penyelenggara, ini (Liga 1 Putri) hanya percobaan sistem dan regulasi, makanya pakai wilayah Jabodetabek," ujar Coach Nanang, Kamis (9/7/2026).
Arema FC Women sendiri, lanjutnya, selama ini tetap konsisten menjalankan pembinaan, meski kompetisi sepak bola putri nasional belum kembali bergulir penuh sejak 2019.
Keterangan yang diterimanya, ada beberapa poin penting mengenai pelaksanaan ajang tersebut. Pertama, kegiatan tersebut masih berstatus pra-liga sehingga belum menjadi kompetisi resmi Liga 1 Putri.
Kedua, fokus utama penyelenggaraan adalah menguji sistem kompetisi, regulasi, serta aspek operasional sebagai bahan evaluasi sebelum kompetisi digelar secara penuh.
"Kemudian, pemilihan peserta yang seluruhnya berasal dari Jabodetabek dilakukan karena pertimbangan efisiensi dan kemudahan koordinasi selama masa simulasi," imbuh Nanang.
Setelah proses evaluasi ajang tersebut selesai, kompetisi Liga 1 Putri secara nasional direncanakan akan digelar dalam skala yang lebih luas.
Coach Nanang menegaskan, Arema FC Women menghormati setiap tahapan yang sedang dipersiapkan PSSI, dalam upaya membangun kembali kompetisi sepak bola putri nasional.
Menurutnya, fase pra-liga merupakan langkah positif untuk memastikan kompetisi berjalan lebih profesional ketika nanti resmi digelar.
"Istilahnya mungkin ini baru pra-liga. Kalau kita di Arema FC Women prinsipnya selalu siap, baik ikut pra-liga maupun liganya yang sesungguhnya nanti," tegasnya.
Meski tidak terlibat pada fase uji coba regional tersebut, kata Nanang, program pembinaan Arema FC Women tetap berjalan sesuai rencana. Tim berjuluk Ongis Kodew terus menjalankan latihan secara berkesinambungan dan konsisten mengembangkan pemain dalam program pembinaan kelompok usia.
Komitmen tersebut kembali terlihat pada kiprah Arema FC Women U-15 dan U-18, yang tampil di Putaran Nasional Hydroplus Soccer League 2025/2026 di Kudus.
"Pengalaman bertanding di level nasional menjadi bagian dari proses pembentukan kualitas pemain, sekaligus bukti bahwa pembinaan sepak bola putri di Arema FC terus berjalan," tandasnya.
Pihaknya juga menegaskan, Arema FC Women akan terus mempersiapkan tim sebaik mungkin dan siap ambil bagian kapan pun kompetisi maupun turnamen resmi sepak bola putri nasional kembali digelar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.

