Advertisement
Olahraga

Benteng Spanyol Diuji Kebangkitan Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Spanyol mengusung rekor sempurna tanpa kebobolan di Piala Dunia 2026. Belgia yang tengah percaya diri usai menyingkirkan Amerika Serikat siap menguji ketangguhan La Roja demi tiket semifinal.

TIMES Indonesia,
Benteng Spanyol Diuji Kebangkitan Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026
Spanyol akan menghadapi lawan berat sesama tim Eropa, Belgia untuk merebutkan tiket semifinal Piala Dunia 2026.
A-AA+

JAKARTA Spanyol datang ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan modal yang nyaris sempurna. La Roja belum sekalipun menelan kekalahan maupun kebobolan sepanjang turnamen, tetapi tantangan sesungguhnya kini menanti saat menghadapi Belgia di SoFi Stadium, Los Angeles, Sabtu (12/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Tim asuhan Luis de la Fuente mengoleksi enam clean sheet beruntun di ajang Piala Dunia, sekaligus memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi 36 pertandingan kompetitif sejak Maret 2023. Ketangguhan lini belakang yang dikomandoi Rodri dan kiper Unai Simon menjadi fondasi utama perjalanan Spanyol hingga delapan besar.

Advertisement

Meski begitu, Belgia datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan telak 4-1 atas tuan rumah Amerika Serikat pada babak 16 besar memperpanjang tren positif Setan Merah menjadi 18 laga tanpa kekalahan di semua kompetisi.

Kiper Thibaut Courtois mengakui Spanyol layak disebut sebagai favorit juara. Namun, penjaga gawang Real Madrid itu menegaskan Belgia memiliki keyakinan mampu menciptakan kejutan.

"Mereka memang favorit, tetapi dalam sepak bola segalanya mungkin terjadi. Saya percaya kami bisa menang," ujar Courtois.

Belgia juga mendapat suntikan moral setelah bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Senegal pada babak 32 besar. Courtois menilai kemenangan dramatis tersebut membuktikan mental bertanding timnya semakin matang.

"Yang terpenting adalah memenangkan pertandingan. Bermain bagus memang menyenangkan, tetapi yang paling penting adalah menang dan tetap kompetitif," katanya.

Advertisement

Di kubu Spanyol, pelatih Luis de la Fuente menilai kekuatan timnya bukan hanya pada lini pertahanan, tetapi juga dominasi permainan. Menurutnya, La Roja menciptakan banyak peluang meski belum sepenuhnya efisien dalam penyelesaian akhir.

"Kami sangat fokus pada pertahanan, tetapi secara historis kami juga tim yang produktif. Mungkin kami hanya perlu sedikit lebih efektif di depan gawang," ujar De la Fuente.

Perhatian juga tertuju kepada Lamine Yamal. Wonderkid Barcelona itu baru mencetak satu gol sepanjang turnamen, namun kontribusinya dinilai jauh lebih besar daripada sekadar statistik. Rekan setimnya, Gavi, berharap Yamal segera menunjukkan ketajamannya pada fase-fase krusial.

"Dia memberi begitu banyak untuk permainan kami. Saya berharap gol-golnya datang di semifinal atau final nanti agar semua orang semakin memahami kualitasnya," kata Gavi.

Spanyol dipastikan kehilangan peluang menghadapi gelandang Belgia Amadou Onana yang mengalami cedera lutut hingga akhir turnamen. Sebaliknya, Kevin De Bruyne diperkirakan kembali menjadi andalan setelah diistirahatkan pada laga melawan Amerika Serikat.

Duel Spanyol vs Belgia ini mempertemukan dua tim yang sedang berada dalam performa terbaiknya. Spanyol mengandalkan pertahanan paling kokoh di turnamen, sementara Belgia datang dengan momentum kebangkitan dan kepercayaan diri tinggi.

Pemenang duel ini akan melangkah ke semifinal untuk menghadapi Prancis yang lebih dulu memastikan tiket usai menyingkirkan Maroko. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia