Advertisement
Olahraga

Jelang Belgia vs Spanyol, La Roja Pecahkan Rekor Cleansheet Terpanjang di Piala Dunia

Timnas Spanyol memecahkan rekor cleansheet terpanjang dalam sejarah Piala Dunia jelang menghadapi Belgia di perempat final Piala Dunia 2026.

TIMES Indonesia,
Jelang Belgia vs Spanyol, La Roja Pecahkan Rekor Cleansheet Terpanjang di Piala Dunia
Kiper Timnas Spanyol Unai Simon mengantar La Roja mencatat rekor cleansheet terpanjang dalam sejarah Piala Dunia jelang duel perempat final melawan Belgia di Piala Dunia 2026. (AFP)
A-AA+

JAKARTA Timnas Spanyol datang ke laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Belgia dengan modal luar biasa. La Roja sukses mencatat rekor cleansheet terpanjang dalam sejarah Piala Dunia setelah belum sekali pun kebobolan sepanjang turnamen.

Kiper Spanyol, Unai Simon, menjadi sosok utama di balik pencapaian tersebut. Sejak kebobolan terakhir dari Jepang pada fase grup Piala Dunia 2022, Simon kini telah mencatat lebih dari 560 menit tanpa kebobolan di ajang Piala Dunia.

Advertisement

Rekor itu melampaui catatan legendaris milik mantan kiper Italia, Walter Zenga (517 menit), sekaligus mematahkan rekor Timnas Swiss yang sebelumnya membukukan cleansheet selama 559 menit yang tersebar di tiga edisi Piala Dunia.

Belgia Hadapi Tugas Berat

Ketangguhan lini belakang Spanyol menjadi tantangan besar bagi Belgia. Kiper Belgia, Thibaut Courtois, mengakui timnya harus menemukan cara untuk menjadi tim pertama yang mampu menjebol gawang La Roja di Piala Dunia 2026.

"Mereka jelas sangat difavoritkan. Hal pertama yang harus kami lakukan saat menghadapi Spanyol adalah mencetak gol," ujar Courtois.

Sepanjang turnamen, lawan-lawan Spanyol kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Di fase grup, La Roja hanya menghadapi 15 tembakan dengan tiga yang tepat sasaran. Bahkan Austria gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran saat kalah di babak 32 besar.

Portugal menjadi tim yang paling merepotkan Spanyol pada babak 16 besar dengan 10 percobaan tembakan, tetapi hanya dua yang mengarah ke gawang Simon.

Advertisement

Pertahanan Kolektif Jadi Kunci

Keberhasilan Spanyol bukan hanya berkat penampilan gemilang Unai Simon, tetapi juga organisasi permainan yang solid. Bek-bek seperti Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, dan Marc Cucurella tampil konsisten, sementara gelandang Rodri mulai menunjukkan performa terbaiknya di fase gugur.

Pelatih Luis de la Fuente memberi pujian khusus kepada Cubarsi yang tampil matang meski masih berusia 19 tahun.

"Pau dan Aymeric adalah sebuah kemewahan. Mereka memiliki kualitas bertahan, mampu membangun serangan, dan menunjukkan kepemimpinan di lapangan. Mereka sangat komplet," ujar De la Fuente.

Cubarsi sendiri mencatat akurasi umpan mencapai 96 persen di Piala Dunia 2026, disertai puluhan aksi bertahan yang membantu menjaga gawang Spanyol tetap steril.

Dengan rekor pertahanan yang mengesankan tersebut, Spanyol kini memburu tiket semifinal sekaligus mempertahankan status sebagai tim yang belum pernah kebobolan di Piala Dunia 2026.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizal Dani P
PenulisRizal Dani PSarjana Ekonomi Manajemen Universitas Merdeka Malang (2022). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia