Advertisement
Olahraga

Dua Kali Jadi Penentu, la Fuente Puji Mikel Merino

Mikel Merino kembali menjadi penentu kemenangan Spanyol atas Belgia. Luis de la Fuente memuji sang gelandang sebagai representasi permainan La Roja jelang semifinal melawan Prancis.

TIMES Indonesia,
Dua Kali Jadi Penentu, la Fuente Puji Mikel Merino
Gelandang Timnas Spanyol Mikel Merino merayakan golnya dalam pertandingan perempat final antara Spanyol dan Belgia pada Piala Dunia FIFA 2026 di Los Angeles Stadium, Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB. (Xinhua/Wu Xiaoling)
A-AA+

JAKARTA Mikel Merino kembali membuktikan dirinya sebagai senjata rahasia Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026. Untuk kedua kalinya secara beruntun di fase gugur, gelandang Arsenal itu muncul dari bangku cadangan dan mencetak gol kemenangan yang membawa La Roja melangkah ke babak berikutnya.

Setelah menjadi penentu saat menyingkirkan Portugal di babak 16 besar, Merino kembali tampil sebagai pahlawan ketika Spanyol mengalahkan Belgia 2-1 pada perempat final di SoFi Stadium, California, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB.

Advertisement

Gol kemenangan tercipta pada menit ke-88. Memanfaatkan bola muntah yang gagal diamankan sempurna oleh kiper pengganti Belgia, Senne Lammens, Merino dengan tenang menyelesaikan peluang untuk memastikan langkah Spanyol ke semifinal.

Luis de la Fuente: Merino Selalu Hadir Saat Dibutuhkan

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente tak menyembunyikan kekagumannya terhadap kontribusi Merino. Menurutnya, pemain berusia 30 tahun tersebut merupakan representasi karakter permainan yang dibangun Timnas Spanyol.

"Mikel luar biasa. Dia memiliki begitu banyak kualitas. Selama Piala Dunia ini, dia bisa bermain di tim mana pun dan tetap tampil hebat," ujar De la Fuente.

Ia menilai Merino bukan hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mentalitas untuk tampil menentukan dalam situasi-situasi penting.

"Bagi kami, dia adalah standar dari ide dan model permainan yang kami bangun. Kami tahu dia selalu ada ketika dibutuhkan," katanya.

Advertisement

Pujian itu bukan tanpa alasan. Dalam dua pertandingan terakhir fase gugur, Merino selalu masuk sebagai pemain pengganti dan langsung menjadi pembeda lewat gol-gol krusial.

Bukan Soal Keberuntungan

Merino menepis anggapan bahwa keberhasilannya mencetak dua gol penentu kemenangan hanya karena faktor keberuntungan.

Menurutnya, seluruh kontribusi tersebut merupakan hasil dari kesiapan mental dan fisik setiap kali mendapat kesempatan bermain.

"Saya percaya ada beberapa hal yang memang kebetulan, tetapi saya tidak berpikir ini salah satunya. Semua ini terjadi karena saya benar-benar mempersiapkan diri ketika momen itu datang," ujar Merino.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa memiliki peran sebesar ini bersama Spanyol di Piala Dunia.

"Saya selalu percaya kesempatan itu akan datang. Ketika pelatih memanggil, saya hanya ingin memberikan kontribusi terbaik bagi tim," katanya.

Bangkit Setelah Cedera

Perjalanan Merino menuju Piala Dunia 2026 tidak berlangsung mulus.

Pada awal tahun ini ia sempat mengalami stress fracture pada kaki kanan yang memaksanya menjalani operasi dan menepi selama hampir dua bulan. Cedera tersebut bahkan sempat membuatnya khawatir kehilangan kesempatan tampil di Piala Dunia.

Namun setelah pulih, De la Fuente justru menjadikannya sebagai kartu truf dari bangku cadangan.

Kemampuan Merino mencetak gol pada momen-momen penting sebenarnya bukan hal baru. Saat Euro 2024, ia juga menjadi pahlawan Spanyol lewat gol sundulan pada menit ke-119 yang menyingkirkan tuan rumah Jerman di perempat final sebelum La Roja akhirnya keluar sebagai juara.

Fokus Hadapi Prancis

Kemenangan atas Belgia membawa Spanyol kembali ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara dunia pada 2010.

Di babak empat besar, La Roja akan menghadapi Prancis yang sebelumnya menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0.

Luis de la Fuente memastikan timnya menghormati kekuatan Les Bleus, tetapi tidak akan mengubah identitas permainan yang selama ini menjadi kekuatan utama Spanyol.

"Kami harus bekerja keras untuk mencoba mengalahkan Prancis. Kami tidak akan terlalu memikirkan seberapa kuat mereka. Yang terpenting adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin dan tetap bermain sesuai identitas kami," tegasnya.

Merino juga menyambut duel semifinal dengan penuh optimisme.

"Kami datang ke sini untuk menghadapi tim-tim terbaik di dunia. Kami percaya dengan kemampuan kami sendiri, tetapi tetap menghormati lawan. Semoga kami bisa meraih kemenangan," ujarnya.

Sementara itu, winger muda Lamine Yamal menunjukkan kepercayaan diri tinggi jelang pertemuan dengan Prancis.

"Kalau ada yang harus takut, itu seharusnya Prancis. Kami pernah mengalahkan mereka di Euro. Kami menghormati mereka, tetapi kami tidak takut," katanya.

Pertemuan Spanyol dan Prancis diprediksi menjadi salah satu laga paling bergengsi di Piala Dunia 2026. Selain mempertemukan dua juara Eropa, duel tersebut juga menjadi pertarungan dua filosofi permainan berbeda untuk memperebutkan satu tiket menuju final.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia