Advertisement
Olahraga

Jelang Duel Akbar, Lamine Yamal Sebut Prancis Harus Khawatir pada Spanyol

Lamine Yamal menegaskan Spanyol tidak takut menghadapi Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Bintang muda La Roja bahkan menyebut Les Bleus yang seharusnya merasa khawatir.

TIMES Indonesia,
Jelang Duel Akbar, Lamine Yamal Sebut Prancis Harus Khawatir pada Spanyol
Lamine Yamal dari timnas Spanyol bereaksi selama pertandingan babak 32 besar antara Spanyol dan Austria di Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles di Los Angeles, Amerika Serikat, 2 Juli 2026.(XinHua/Huang Zongzhi)
A-AA+

JAKARTA Kepercayaan diri Timnas Spanyol terus meningkat setelah memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026. Winger muda Lamine Yamal bahkan melontarkan peringatan kepada Prancis dengan menegaskan bahwa justru Les Bleus yang seharusnya merasa khawatir menghadapi La Roja.

Pernyataan tersebut disampaikan Yamal usai dinobatkan sebagai Man of the Match dalam kemenangan 2-1 Spanyol atas Belgia pada babak perempat final di SoFi Stadium, California, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB.

Advertisement

Kemenangan itu membawa Spanyol melangkah ke semifinal dan akan menghadapi Prancis di Arlington, Texas, pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Pemenang laga tersebut berhak melaju ke final Piala Dunia 2026.

"Saya percaya kalau Prancis harus takut kepada siapa pun, itu seharusnya kepada kami. Kami yang pernah menyingkirkan mereka sebelumnya," kata Yamal.

Ucapan pemain Barcelona tersebut merujuk pada kemenangan Spanyol atas Prancis di semifinal Euro 2024. Saat itu La Roja menang 2-1 sebelum akhirnya keluar sebagai juara Eropa. Setahun berselang, Spanyol kembali mengalahkan Prancis di ajang UEFA Nations League.

Spanyol Tak Gentar Hadapi Les Bleus

Meski mengakui kualitas skuad asuhan Didier Deschamps, Yamal menegaskan Spanyol tidak memiliki alasan untuk gentar menghadapi salah satu favorit juara Piala Dunia 2026 tersebut.

"Kami tidak takut kepada siapa pun. Mereka memang salah satu tim terbaik di dunia, tetapi kami juga demikian. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi," ujarnya.

Advertisement

Prancis datang ke semifinal dengan modal impresif setelah mencetak 16 gol dalam enam pertandingan dan kembali menembus empat besar untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Namun, Spanyol juga membawa catatan yang tidak kalah mengesankan. Sejak Maret 2023, La Roja belum pernah menelan kekalahan dalam pertandingan kompetitif dan kini telah mencatat 37 laga tanpa kalah.

Merasa Lebih Dominan dari Belgia

Menurut Yamal, kemenangan atas Belgia sebenarnya mencerminkan dominasi Spanyol sepanjang pertandingan meski gol penentu baru tercipta menjelang laga usai melalui Mikel Merino.

"Saya pikir kami jauh lebih baik daripada Belgia. Orang-orang melihat kami memainkan sepak bola yang indah, tetapi kenyataannya tidak ada tim yang berani bermain terbuka melawan kami," katanya.

Ia menilai sebagian besar lawan memilih bertahan dengan garis rendah sehingga membuat Spanyol harus bekerja lebih keras untuk membongkar pertahanan.

"Semua lawan memilih bertahan sangat dalam. Itu membuat pertandingan lebih sulit, tetapi pada akhirnya kami tetap menemukan cara untuk menang," tambahnya.

Motor Serangan La Roja

Meski baru mencetak satu gol sepanjang Piala Dunia 2026, kontribusi Yamal jauh melampaui statistik.

Kecepatan, kreativitas, serta kemampuannya membuka ruang membuat pemain berusia 18 tahun itu menjadi pusat permainan menyerang Spanyol.

Saat menghadapi Belgia, aksinya di sisi kanan menjadi awal terciptanya gol pertama yang dicetak Fabian Ruiz. Penampilan konsisten tersebut mengantarkan Yamal meraih penghargaan Man of the Match.

Kini perhatian tertuju pada duel besar melawan Prancis. Jika kembali mampu membawa Spanyol menang, Yamal berpeluang mengantar La Roja tampil di final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara dunia pada edisi 2010.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia