Lionel Scaloni Sebut Swiss Membuat Pemain Argentina Menderita
Lionel Scaloni mengungkap beratnya laga melawan Swiss, sementara Julian Alvarez bersyukur Argentina terus berjuang hingga memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026.
JAKARTA – Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengakui timnya harus bekerja sangat keras untuk menaklukkan Swiss yang tampil disiplin dan mengandalkan kekuatan fisik saat laga perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/6/2026) pagi WIB. Menurutnya, kemenangan ini diraih dengan perjuangan besar, bahkan Albiceleste sempat kesulitan mengembangkan permainan.
"Sejujurnya kami sangat menderita hari ini. Kami tahu mereka adalah tim yang sangat kuat secara fisik dan mereka membuat kami berada dalam banyak kesulitan. Kami tidak mampu keluar dari beberapa situasi sulit. Keberuntungan berpihak kepada kami setelah mereka kehilangan satu pemain akibat kartu merah, dan sejak saat itu tim mulai lebih menyerang," ujar Scaloni.
Meski puas dengan hasil yang diraih, Scaloni menilai Argentina masih memiliki banyak aspek yang perlu dibenahi sebelum menghadapi semifinal.
"Kami harus realistis, masih ada banyak hal yang perlu kami perbaiki. Tetapi menang selalu lebih baik. Yang terpenting, apa yang dicapai tim ini hari ini adalah sesuatu yang bersejarah. Mungkin kami bisa bermain lebih baik, tetapi kembali lolos ke semifinal adalah pencapaian yang luar biasa," katanya.
Dalam duel Argentina vs Swiss, juara bertahan piala dunia ini dibuat frustasi dengan skor normal 1-1 yang memaksa pertandingan dilanjutkan pada perpanjangan waktu.
Penyerang Argentina Julian Alvarez menjadi pembeda dengan dan mencetak gol spektakuler pada menit ke-112 untuk memecah kebuntuan. Lautaro Martinez kemudian memastikan kemenangan melalui gol pada masa injury time untuk memastikan kemenangan 3-1 bagi Albiceleste.
Julian Alvarez yang dinobatkan sebagai pemain terbaik mengaku lega karena Argentina tidak menyerah meski harus menunggu hingga babak tambahan waktu untuk memastikan kemenangan. Menurutnya, seluruh pemain tetap percaya bahwa gol penentu akan datang jika mereka terus berjuang bersama.
"Saya sangat bahagia. Kami terus berusaha sampai akhir. Pertandingan menjadi sulit meskipun kami unggul jumlah pemain dan harus bermain hingga perpanjangan waktu. Namun kami tahu jika terus berjuang bersama, gol itu pasti akan datang, dan memang akhirnya terjadi," kata Alvarez.
Penyerang berusia 26 tahun itu mengakui Argentina sebenarnya ingin menyelesaikan pertandingan lebih cepat, tetapi memahami bahwa setiap laga di Piala Dunia selalu menghadirkan tantangan yang berat.
"Tentu kami ingin menang lebih cepat, tetapi kami tahu itu tidak mudah. Semua pertandingan di Piala Dunia berlangsung seperti ini. Sekarang masih ada dua pertandingan lagi dan kami akan memberikan segalanya untuk mewujudkan target kami," ujar Alvarez.
Kemenangan atas Swiss mengantarkan Argentina melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 untuk melawan Inggris, pada 16 Juli mendatang. Albiceleste kini hanya berjarak dua pertandingan lagi untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi sebelumnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


