Thomas Tuchel Ubah Jude Bellingham Jadi Pemimpin Inggris di Piala Dunia 2026
Thomas Tuchel sukses mengembangkan Jude Bellingham menjadi pemimpin Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.
JAKARTA – Performa impresif Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 tak lepas dari sentuhan pelatih Thomas Tuchel dan perkembangan pesat Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid itu kini menjelma sebagai motor permainan sekaligus pemimpin di lapangan, membawa The Three Lions semakin dekat mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara dunia.
Inggris kini hanya selangkah lagi menuju final setelah tampil konsisten sepanjang turnamen. Di bawah arahan Tuchel, Bellingham berkembang menjadi sosok sentral yang tak hanya berkontribusi lewat permainan, tetapi juga mampu mengangkat semangat rekan-rekannya.
Tuchel Maksimalkan Potensi Bellingham
Meski sempat memiliki hubungan yang kurang harmonis, Tuchel dan Bellingham kini menunjukkan chemistry yang kuat. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 2026.
Hubungan mereka sempat memanas ketika Tuchel mengkritik sikap Bellingham di lapangan dalam sebuah wawancara pada tahun lalu. Namun, perbedaan tersebut tidak mengganggu kerja sama keduanya selama turnamen berlangsung.
Bellingham juga sempat menanggapi santai kritik Tuchel usai kemenangan Inggris atas Norwegia di perempat final. Saat itu, Tuchel menilai timnya bermain ceroboh meski berhasil lolos. Bellingham memilih fokus pada performa tim dan menganggap komentar sang pelatih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas permainan.
Inggris Incar Gelar Juara Dunia
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menunjuk Tuchel dengan harapan mampu membawa The Three Lions melangkah lebih jauh dibanding era Gareth Southgate. Meski Southgate sukses membawa Inggris beberapa kali mencapai semifinal dan final turnamen besar, gelar juara belum berhasil diraih.
Pengalaman Tuchel menjuarai Liga Champions bersama Chelsea pada 2021 menjadi salah satu alasan utama FA mempercayakan kursi pelatih kepadanya.
Di bawah kepemimpinannya, Inggris mengandalkan duet Harry Kane di lini depan dan Jude Bellingham sebagai penggerak utama permainan. Kombinasi keduanya menjadi senjata utama untuk mengejar trofi Piala Dunia.
Bellingham juga terus mencuri perhatian lewat performanya di fase gugur. Dua gol yang dicetak saat menghadapi Norwegia membuatnya menyamai catatan legenda Argentina, Diego Maradona, sebagai pemain pertama sejak Piala Dunia 1986 yang mencetak dua gol dalam dua pertandingan fase gugur secara beruntun.
Meski demikian, gelandang berusia 23 tahun itu tetap merendah saat namanya dibandingkan dengan Maradona.
"Luar biasa bisa disejajarkan dengan nama seperti itu. Dia jauh lebih hebat daripada saya. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk tim," ujar Bellingham.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


