Advertisement
Olahraga

Thomas Tuchel Dibayangi Kutukan 60 Tahun

Sejak menjadi juara Piala Dunia 1966, The Three Lions belum pernah lagi mengangkat trofi bergengsi. Kini, Inggris hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk melangkah ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.

TIMES Indonesia,
Thomas Tuchel Dibayangi Kutukan 60 Tahun
Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel.
A-AA+

JAKARTA Tekanan besar diberikan oleh publik Inggris kepada pelatih Thomas Tuchel untuk bisa membawa The Three Lions mengakhiri puasa gelar piala dunia selama enam dekade. Namun Tuchel menegaskan dirinya tidak merasa terbebani oleh ekspektasi tersebut.

Ia mengakui rasa gugup menjelang pertandingan Inggris vs Argentina di semifinal Piala Dunia, Kamis (16/7/2026) dini hari nanti adalah sesuatu yang wajar, tetapi bukan tekanan yang membebaninya.

Advertisement

"Saya merasakan ketegangan dan tentu saya akan gugup, itu normal. Tetapi saya tidak merasa memikul beban," ujar Thomas Tuchel.

Tuchel didatangkan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) pada 2024 dengan target yang sangat jelas, yakni mengakhiri penantian panjang Inggris meraih trofi internasional.

Sejak menjadi juara Piala Dunia 1966, The Three Lions belum pernah lagi mengangkat trofi bergengsi. Kini, Inggris hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk melangkah ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.

Laga melawan Argentina di Atlanta juga menghadirkan tantangan tersendiri. Selain berstatus juara bertahan, Argentina dipimpin Lionel Messi dan memiliki sejarah rivalitas panjang dengan Inggris di ajang Piala Dunia. Belum lagi, kisah Piala Dunia 1986, saat Argentina dengan Diego Armando Maradona menyingkirkan Inggris melalui gol Tangan Tuhan.

Tuchel mengakui perjalanan Inggris menuju semifinal bukanlah proses yang mudah. Mobilitas tinggi selama turnamen, termasuk perjalanan ke Meksiko, pertandingan di dataran tinggi, hingga kemenangan dramatis atas Kongo dan Norwegia, menguras energi fisik maupun emosional tim.

Advertisement

Meski demikian, mantan pelatih Borussia Dortmund, Paris Saint-Germain, Chelsea, dan Bayern Munchen itu justru merasa pengalaman tersebut memberinya semangat baru.

"Saya bisa katakan bahwa semua ini memberi saya energi dan membuat saya merasa hidup. Saya sangat menikmati pengalaman ini sehingga setiap hari saya justru merasa semakin bersemangat," katanya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia