Thomas Tuchel Terancam Dipecat Usai Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026? FA Buka Suara soal Klausul Kontrak
Thomas Tuchel menghadapi ketidakpastian setelah Inggris tersingkir di semifinal Piala Dunia 2026.
JAKARTA – Kekalahan Timnas Inggris dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 kembali memunculkan spekulasi mengenai masa depan pelatih Thomas Tuchel. Meski sempat membawa The Three Lions tampil impresif sepanjang turnamen, kegagalan melaju ke final membuat posisi pelatih asal Jerman itu menjadi sorotan.
Dilansir dari TalkSport, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) memang memiliki klausul performa dalam kontrak Tuchel. Klausul tersebut membuka peluang bagi FA untuk mengakhiri kerja sama apabila target yang telah disepakati tidak tercapai.
Tuchel ditunjuk sebagai pelatih Timnas Inggris pada awal 2025 dengan misi utama membawa The Three Lions meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Kontrak awalnya dijadwalkan berakhir setelah turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut selesai.
Namun, sebelum Piala Dunia dimulai, FA mengambil langkah berbeda. Federasi memberikan perpanjangan kontrak selama dua tahun yang membuat Tuchel secara administratif tetap terikat hingga Euro 2028.
Keputusan itu sempat dipandang sebagai bentuk kepercayaan penuh kepada mantan pelatih Chelsea, Bayern Munchen, dan Paris Saint-Germain tersebut. Akan tetapi, adanya klausul performa membuat masa depannya tetap bergantung pada hasil evaluasi federasi.
FA Akui Ada Klausul Performa
Chief Executive Officer (CEO) FA, Mark Bullingham, mengonfirmasi bahwa setiap kontrak pelatih Timnas Inggris memang memuat klausul terkait pencapaian target.
Meski demikian, ia menolak mengungkap isi maupun indikator yang digunakan dalam klausul tersebut.
Bullingham juga tidak memberikan jawaban tegas ketika ditanya apakah kegagalan Inggris mencapai final akan memicu aktivasi klausul pemutusan kontrak terhadap Tuchel.
Ia hanya menegaskan bahwa seluruh pihak tetap terikat pada isi perjanjian yang telah disepakati sejak awal kerja sama.
Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa evaluasi terhadap Tuchel masih akan dilakukan setelah seluruh rangkaian Piala Dunia 2026 berakhir.
Inggris Gagal Pertahankan Keunggulan
Harapan Inggris untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara dunia kandas di babak semifinal.
The Three Lions sempat unggul lebih dulu atas Argentina melalui permainan yang cukup dominan. Namun keunggulan itu gagal dipertahankan hingga laga berakhir.
Argentina berhasil membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan 2-1 sekaligus melaju ke final untuk mempertahankan peluang merebut gelar juara dunia.
Kekalahan tersebut kembali memperpanjang penantian Inggris menuju partai final turnamen besar. Meski beberapa kali tampil kompetitif dalam beberapa tahun terakhir, mereka kembali gagal menembus laga perebutan trofi.
Perpanjangan Kontrak untuk Hindari Ketidakpastian
Bullingham menjelaskan keputusan memperpanjang kontrak Tuchel sebelum turnamen dimulai bukan tanpa alasan.
Menurutnya, FA ingin menghindari ketidakpastian mengenai masa depan pelatih selama Inggris menjalani Piala Dunia.
Apabila kontrak sebelumnya dibiarkan habis setelah turnamen, berbagai spekulasi diyakini bisa mengganggu fokus tim dalam mengejar prestasi.
FA juga menilai Tuchel merupakan pelatih kelas dunia yang memiliki banyak peminat di sepak bola Eropa. Karena itu, federasi memilih mengamankan jasanya lebih awal daripada mengambil risiko kehilangan sosok yang dianggap mampu membangun proyek jangka panjang.
FA Masih Percaya kepada Tuchel
Meski gagal memenuhi target membawa Inggris ke final, Bullingham memberikan sinyal bahwa FA masih menaruh kepercayaan kepada Tuchel.
Menurutnya, pelatih berusia 52 tahun itu telah menunjukkan kualitas selama menangani Harry Kane dan kolega.
Inggris dinilai mengalami perkembangan dalam pola permainan, organisasi tim, serta konsistensi sepanjang turnamen.
Karena itu, evaluasi terhadap hasil Piala Dunia tidak hanya akan berpatokan pada satu pertandingan semifinal, tetapi juga mempertimbangkan keseluruhan proses yang telah dijalani tim.
FA pun masih memandang Euro 2028 sebagai target besar berikutnya. Pengalaman Tuchel di level tertinggi sepak bola Eropa diyakini menjadi salah satu alasan mengapa federasi belum ingin mengambil keputusan tergesa-gesa.
Kini, perhatian publik Inggris tertuju pada langkah FA setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Apakah klausul performa benar-benar akan diaktifkan atau justru Tuchel tetap mendapat kesempatan memimpin The Three Lions hingga Euro 2028, seluruh keputusan akan ditentukan melalui evaluasi internal federasi dalam waktu dekat.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


