Lamine Yamal dan Jejak Doa Sang Nenek Menjelang Final Piala Dunia 2026
Lamine Yamal menjadi sorotan jelang final Piala Dunia 2026. Di balik aksinya bersama Spanyol, ada doa dan pesan sang nenek dari Maroko.
JAKARTA – Sebuah gestur sederhana sebelum pertandingan membawa nama Lamine Yamal menjadi perbincangan dunia. Di tengah sorotan menuju final Piala Dunia 2026, bintang muda Timnas Spanyol itu tidak hanya dikenal karena kemampuan olah bolanya, tetapi juga karena kebiasaan spiritual yang selalu ia lakukan sebelum memasuki lapangan.
Dalam sejumlah unggahan yang beredar di media sosial, Yamal terlihat menengadahkan kedua tangan sebelum pertandingan dimulai. Momen tersebut menarik perhatian publik karena disebut sebagai kebiasaan sang pemain untuk membaca doa sebelum bertanding.
Di balik ritual tersebut, ada sosok penting yang membentuk karakter Yamal sejak kecil: sang nenek, Fatima, perempuan asal Maroko yang memiliki peran besar dalam perjalanan hidup pemain muda Barcelona tersebut.
Pesan Sang Nenek yang Selalu Dibawa ke Lapangan
Fatima, nenek Lamine Yamal, mengungkapkan bahwa dirinya selalu mengajarkan sang cucu untuk berdoa sebelum menjalani pertandingan.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Maroko Le7tv, Fatima menyebut dirinya kerap memberikan pesan kepada Yamal agar meminta pertolongan dan keberhasilan kepada Allah SWT sebelum bertanding.
"Aku selalu berkata kepada dia sebelum pertandingan, ucapkan doa agar diberikan keberhasilan dan pertolongan," ujar Fatima dalam wawancara yang dipublikasikan pada 2024.
Bagi Fatima, doa bukan hanya bagian dari aktivitas spiritual, tetapi juga menjadi cara untuk membangun mental dan ketenangan seorang atlet menghadapi tekanan besar.
Ia juga selalu mendoakan agar cucunya mendapatkan perlindungan dan tetap berada dalam jalan yang baik.
"Kami membesarkannya, dan alhamdulillah Allah menolong kami dalam mendidiknya," kata Fatima.
Kisah Migrasi Keluarga yang Membentuk Karakter Yamal
Di balik kesuksesan Lamine Yamal bersama Spanyol, terdapat perjalanan panjang keluarga yang penuh perjuangan.
Fatima merupakan muslim asal Maroko yang memilih pindah ke Spanyol demi memberikan kehidupan lebih baik bagi keluarganya. Ia bekerja keras hingga menjalani beberapa pekerjaan dalam sehari untuk membawa keluarganya menetap di negeri tersebut.
Perjalanan itu kemudian menjadi bagian dari fondasi kehidupan Yamal yang lahir dan tumbuh di Catalonia.
Fatima dikenal sebagai sosok yang menjaga nilai keluarga dan pendidikan agama dalam kehidupan cucunya. Ia juga menegaskan bahwa identitas muslim Yamal merupakan bagian dari perjalanan pribadinya sejak kecil.
Selain memahami budaya Spanyol tempat ia tumbuh, Yamal juga disebut masih memiliki kedekatan dengan akar budaya keluarganya dari Maroko, termasuk kemampuan berbahasa Arab.
Dari Bayi dalam Foto Messi hingga Duel di Final Dunia
Kisah Lamine Yamal semakin menarik perhatian karena pertemuannya dengan Lionel Messi memiliki cerita unik yang hampir seperti takdir sepak bola.
Sebelum menjadi bintang muda Spanyol, Yamal yang masih bayi pernah terlibat dalam sesi pemotretan amal bersama Messi sekitar 19 tahun lalu.
Dalam foto lama tersebut, Messi terlihat membantu memandikan bayi Yamal dalam sebuah agenda amal. Kala itu, tidak ada yang menyangka bahwa kedua sosok tersebut suatu hari akan bertemu dalam panggung terbesar sepak bola dunia.
Kini, keduanya berada di sisi yang berlawanan.
Yamal akan menjadi andalan Spanyol saat menghadapi Argentina di final Piala Dunia 2026. Sementara Messi datang sebagai kapten Argentina yang memburu gelar dunia kedua secara beruntun.
Pertemuan itu menghadirkan cerita lintas generasi: Messi sebagai simbol kejayaan sepak bola modern, sementara Yamal sebagai wajah baru generasi penerus.
Yamal, Tekanan Final, dan Kekuatan Mental Pemain Muda
Final Piala Dunia 2026 menjadi ujian terbesar dalam karier Lamine Yamal. Di usia yang masih sangat muda, ia harus menghadapi tekanan pertandingan paling bergengsi di dunia.
Namun, perjalanan Yamal menunjukkan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya dibangun dari kemampuan teknis. Ada dukungan keluarga, nilai yang diwariskan, serta mental yang terbentuk sejak masa kecil.
Bagi Yamal, doa sebelum pertandingan menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang proses, kerja keras, dan nilai kehidupan yang ia bawa.
Di final nanti, dunia akan menyaksikan apakah generasi baru yang dipimpin Yamal mampu menaklukkan sang legenda Messi. Apa pun hasilnya, kisah perjalanan pemain muda Spanyol itu telah menjadi salah satu cerita paling menarik dalam Piala Dunia 2026.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


