Advertisement
Olahraga

Hattrick ke Gawang Prancis Obati Kekecewaan Saka yang Minim Kesempatan Bermain

Bukayo Saka mengaku kecewa minim kesempatan bermain di Piala Dunia 2026. Ia menutup turnamen dengan hattrick saat membawa Inggris mengalahkan Prancis 6-4 dan merebut posisi ketiga.

TIMES Indonesia,
Hattrick ke Gawang Prancis Obati Kekecewaan Saka yang Minim Kesempatan Bermain
Bukayo Sako mencetak tiga gol ke gawang Prancis untuk membantu Inggris menang 6-4 saat duel perebutan posisi tiga besar Piala Dunia 2026. (foto: FIFA).
A-AA+

JAKARTA Pahlawan kemenangan Inggris, Bukayo Saka, mengaku sempat kecewa tidak mendapat lebih banyak kesempatan bermain selama putaran final Piala Dunia 2026. Namun, penyerang Arsenal itu memilih menutup turnamen dengan catatan positif setelah mencetak hattrick saat Inggris mengalahkan Prancis 6-4 pada laga perebutan peringkat ketiga, Minggu (20/7/2026).

Saka baru menjadi starter untuk ketiga kalinya di turnamen ini. Ia pun menjawab kepercayaan tersebut dengan tiga gol yang memastikan Inggris mengakhiri Piala Dunia di posisi ketiga.

Advertisement

"Tentu saja saya ingin bermain lebih banyak, tetapi sekarang sudah terlambat membicarakan itu," kata Saka kepada BBC Sport usai pertandingan.

"Saya lebih suka berbicara lewat penampilan di lapangan. Sekarang semuanya sudah selesai, jadi mari kita melangkah ke depan. Saya dalam kondisi bugar," ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi mengenai kondisi kebugarannya selama turnamen. Saka menegaskan dirinya siap bermain meski tidak selalu mendapat kesempatan tampil sejak menit pertama.

Meski Inggris gagal mencapai final setelah disingkirkan Argentina di semifinal, Saka menilai The Three Lions menunjukkan perkembangan sepanjang turnamen dan layak mengakhiri kompetisi dengan kepala tegak.

"Saya rasa kami terus berkembang sepanjang turnamen. Kami meraih beberapa hasil yang luar biasa, meski pada akhirnya harus mengakui keunggulan Argentina di semifinal," katanya.

Advertisement

"Kekalahan itu sangat menyakitkan bagi kami semua. Saya yakin para pendukung di rumah juga merasakan hal yang sama. Tetapi kami harus tetap bangga dengan apa yang telah kami capai dan terus melangkah," lanjutnya.

Saka juga mengungkapkan momen ketika Inggris mendapat hadiah penalti pada menit ke-87. Meski Jude Bellingham sempat memegang bola, menurut Saka, rekan setimnya itu sejak awal ingin memberinya kesempatan menyempurnakan hattrick.

"Jude tidak pernah berniat mengambil penalti itu. Dia justru yang pertama mengatakan, 'Pergilah cetak hattrick.' Dia hanya memegang bola agar tidak ada pemain lain yang mengganggu saya. Sejak awal saya memang akan menjadi eksekutor," ujar Saka.

Mengenai jalannya pertandingan, Saka menyebut duel melawan Prancis berlangsung sangat emosional. Inggris tampil dominan dengan unggul 4-0 pada babak pertama sebelum mendapat tekanan hebat setelah jeda.

"Ini pertandingan yang benar-benar gila. Kami tentu masih kecewa karena gagal lolos ke final. Tetapi kami ingin menutup turnamen dengan hasil terbaik dan memberikan pencapaian terbaik bagi negara kami di Piala Dunia dalam 60 tahun terakhir. Karena itu kami senang dengan hasil akhirnya," katanya.

Menurut Saka, keunggulan besar yang dibangun Inggris pada babak pertama menjadi kunci kemenangan.

"Kami memenangi babak pertama, mereka memenangi babak kedua. Pada akhirnya kami mencetak gol-gol yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan," ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia