Advertisement
Olahraga

Opta Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Peluang Kalahkan Argentina Capai 59,6 Persen

Superkomputer Opta memprediksi Spanyol memiliki peluang 59,6 persen menjadi juara Piala Dunia 2026 atas Argentina. Laga final juga menyajikan duel Lionel Messi versus Lamine Yamal.

TIMES Indonesia,
Opta Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Peluang Kalahkan Argentina Capai 59,6 Persen
Mikel Oyarzabal (kanan) dan Lamine Yamal lebih dijagokan untuk memenangi final Piala Duna 2026 saat Spanyol bertemu Argentina di partai puncak. (foto: FIFA)
A-AA+

JAKARTA Timnas Spanyol lebih difavoritkan untuk menjuarai Piala Dunia 2026 dibandingkan Argentina. Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, La Roja memiliki peluang 59,6 persen untuk mengangkat trofi, sementara peluang Argentina mempertahankan gelar berada di angka 40,4 persen.

Prediksi bursa final piala dunia tersebut dihasilkan dari 25.000 simulasi pertandingan menjelang final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan dua tim peringkat teratas dunia versi FIFA di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin dini hari pukul 02.00 WIB.

Advertisement

Jika berhasil menang, Argentina akan menjadi tim ketiga dalam sejarah yang mampu mempertahankan gelar juara Piala Dunia setelah Italia (1934 dan 1938) serta Brasil (1958 dan 1962). Di sisi lain, Spanyol mengincar gelar dunia kedua setelah sukses pada edisi 2010.

Final kali ini juga mencatat sejarah sebagai pertemuan pertama antara juara bertahan Copa América melawan juara bertahan Piala Eropa (Euro) di partai puncak Piala Dunia.

Pertahanan Spanyol Jadi Kunci

Salah satu alasan Opta lebih menjagokan Spanyol adalah performa lini belakang tim asuhan Luis de la Fuente sepanjang turnamen.

Spanyol hanya membiarkan lawannya menciptakan expected goals (xG) rata-rata 0,31 per pertandingan, menjadi angka terendah di Piala Dunia 2026 sekaligus menyamai rekor sejak data tersebut mulai dicatat pada 1966. Sepanjang turnamen, Spanyol juga mencatat enam clean sheet, terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.

Selain itu, La Roja datang ke final dengan catatan 37 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi sejak takluk 0-1 dari Kolombia pada Maret 2024. Jika kembali terhindar dari kekalahan di final, Spanyol akan mencatat rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang sejarah tim nasional Eropa.

Advertisement

Meski demikian, Argentina juga memiliki modal impresif. Tim asuhan Lionel Scaloni menyapu bersih tujuh pertandingan di Piala Dunia 2026 dan telah membukukan 15 kemenangan beruntun di semua ajang. Kemenangan di final akan menjadi rekor kemenangan beruntun terpanjang bagi tim nasional asal Amerika Selatan.

Duel Messi vs Yamal

Final juga diprediksi menghadirkan salah satu duel paling menarik, yakni Lionel Messi melawan Lamine Yamal.

Apabila keduanya tampil sebagai starter, ini akan menjadi final Piala Dunia pertama yang mempertemukan dua pemain dengan selisih usia lebih dari 20 tahun.

Messi memimpin daftar pemain dengan dribel sukses terbanyak di Piala Dunia 2026, yakni 25 kali, sekaligus menjadi rekor untuk pemain berusia di atas 30 tahun dalam satu edisi turnamen. Sementara Yamal telah mencatat 22 dribel sukses, menyamai rekor pemain remaja terbanyak yang sebelumnya dibukukan Kylian Mbappé pada 2018.

Bagi Messi, final ini juga berpotensi menjadi sejarah baru. Kapten Argentina itu akan menjadi pemain kedua yang tampil dalam tiga final Piala Dunia, setelah Cafu bersama Brasil (1994, 1998, dan 2002). Pada usia 39 tahun 25 hari, ia juga berpeluang menjadi pemain lapangan tertua yang tampil di partai final.

Di kubu Spanyol, gelandang Rodri juga menjadi kandidat kuat peraih Golden Ball apabila timnya keluar sebagai juara. Hingga menjelang final, ia telah mencatat 655 operan sukses, jumlah terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.

Rekor Pertemuan dan Prediksi

Dalam sejarah Piala Dunia, Spanyol dan Argentina baru sekali bertemu, yakni pada fase grup edisi 1966 ketika Argentina menang 2-1.

Namun, dalam empat pertemuan sejak tahun 2000, Spanyol mendominasi dengan tiga kemenangan, termasuk kemenangan telak 6-1 pada laga persahabatan tahun 2018.

Untuk hasil dalam waktu normal, Opta memperkirakan Spanyol menang dalam 45 persen simulasi. Peluang pertandingan berakhir imbang dan berlanjut ke babak tambahan mencapai 29 persen, sedangkan Argentina menang dalam 90 menit berada di angka 26 persen. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia