Kisah Ferran Torres Bangkit dari Keraguan dan menjadi Pahlawan Spanyol
Torres mengatakan gelar juara dunia merupakan mimpi seluruh rakyat Spanyol yang akhirnya menjadi kenyataan.
JAKARTA – Ferran Torres menutup perjalanan yang penuh lika-liku di Piala Dunia 2026 dengan cara paling sempurna.
Penyerang Barcelona itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-106 yang membawa Spanyol mengalahkan juara bertahan Argentina 1-0, Senin (20/7/2026) sekaligus merebut gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka.
Bagi Torres, momen tersebut menjadi jawaban atas berbagai kritik yang menghampirinya sepanjang turnamen.
Torres mengawali Piala Dunia 2026 sebagai starter saat Spanyol ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde pada laga pembuka. Penampilan yang kurang meyakinkan membuatnya kehilangan tempat di tim utama pada pertandingan berikutnya melawan Arab Saudi.
Meski sempat mencetak gol sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 4-0 atas Arab Saudi, gol tersebut dianulir karena offside. Ekspresi kecewanya saat itu terekam jelas kamera televisi.
Namun, Torres tidak menyerah. Ia terus bekerja keras hingga akhirnya memberi kontribusi penting saat Spanyol menyingkirkan Portugal di babak gugur. Umpannya kepada Mikel Merino menjadi awal gol kemenangan yang mengantar La Roja ke perempat final.
Puncak kontribusinya datang di partai final. Memanfaatkan bola liar di kotak penalti pada babak tambahan waktu, Torres melepaskan tendangan kaki kiri yang tak mampu dihentikan Emiliano Martinez. Gol itu memastikan Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026.
"Gol itu bukanlah hal yang paling penting. Yang saya inginkan sekarang hanyalah memeluk trofi Piala Dunia seerat mungkin," kata Torres usai pertandingan.
Menurutnya, gelar tersebut merupakan mimpi seluruh rakyat Spanyol yang akhirnya menjadi kenyataan.
"Ini adalah mimpi 47 juta rakyat Spanyol yang bersama kami hari ini. Kami pantas menjadi juara karena telah memberikan segalanya," ujarnya.
Torres juga mengenang masa-masa sulit yang dialaminya sepanjang turnamen. Ia mengaku sempat menjadi sasaran kritik setelah kehilangan posisi sebagai starter.
"Pada akhirnya ini menjadi sebuah kelegaan besar. Saya menerima banyak kritik selama Piala Dunia. Namun saya selalu percaya bahwa takdir sudah ditentukan. Syukurlah Tuhan selalu memberi saya kekuatan untuk terus melangkah. Pada akhirnya, Tuhan memberikan sesuatu kepada mereka yang benar-benar pantas mendapatkannya," ucapnya.
Gol ke gawang Argentina membuat Ferran Torres bergabung dalam daftar eksklusif pemain Spanyol yang mencetak gol penentu kemenangan di final Piala Dunia. Sebelumnya, hanya Andrés Iniesta yang melakukannya saat membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 lewat gol ke gawang Belanda.
Torres pun menegaskan bahwa kesuksesannya lahir dari kerja keras dan kesabaran.
"Turnamen seperti ini adalah maraton, bukan sprint. Anda harus terus bekerja keras apa pun yang terjadi. Pada akhirnya, hasil terbaik akan datang kepada mereka yang pantas mendapatkannya," katanya.
Ia juga mengakui bahwa menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi bukan perkara mudah.
"Setiap final selalu sulit. Ketika Messi berada di tim lawan, rasa gugup pasti muncul. Namun kami tetap setia pada filosofi dan gaya bermain kami. Hari ini kami membuktikannya sekali lagi," tutur Torres.
Berkat gol bersejarah Ferran Torres, Spanyol sukses mengakhiri penantian panjang untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia dan mengukuhkan diri sebagai juara dunia 2026.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


