Advertisement
Olahraga

Argentina Gagal Juara, Presiden Javier Milei Malah Tetapkan Hari Libur Nasional

Presiden Argentina Javier Milei menetapkan hari libur nasional meski Tim Tango gagal menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spanyol di final.

TIMES Indonesia,
Argentina Gagal Juara, Presiden Javier Milei Malah Tetapkan Hari Libur Nasional
Para pemain Timnas Argentina menerima medali runner-up usai final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium. (Florencia Tan Jun/Getty Images via AFP)
A-AA+

JAKARTA Kekalahan menyakitkan Argentina pada final Piala Dunia 2026 tidak mengurangi kebanggaan rakyat terhadap perjuangan Lionel Messi dan rekan-rekannya. Meski gagal mempertahankan gelar juara dunia usai kalah 0-1 dari Spanyol, Presiden Argentina Javier Milei justru mengambil langkah yang mengejutkan.

Pemerintah Argentina memutuskan akan menetapkan hari libur nasional sebagai bentuk penghormatan kepada Tim Tango yang berhasil menembus partai puncak Piala Dunia 2026. Kebijakan tersebut diumumkan beberapa jam setelah laga final di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat.

Advertisement

Keputusan itu menjadi simbol bahwa pencapaian sebuah tim tidak selalu diukur dari trofi. Bagi Milei, perjuangan para pemain selama turnamen telah menghadirkan kebanggaan bagi seluruh bangsa Argentina.

Dilansir dari Mirror, melalui akun media sosial X, Milei menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan hari libur nasional akan menyesuaikan agenda para pemain dan staf pelatih ketika mereka kembali ke Argentina.

Dalam pernyataannya, Milei mengatakan pemerintah akan menetapkan hari tersebut sebagai libur nasional agar masyarakat dapat ikut merayakan pencapaian Timnas Argentina.

Langkah tersebut mengingatkan publik pada momen Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, pemerintah Argentina juga menetapkan hari libur nasional setelah Lionel Messi membawa negaranya menjadi juara dunia. Jutaan warga memenuhi jalan-jalan Buenos Aires untuk menyambut parade kemenangan La Albiceleste.

Perjuangan Tetap Dihargai

Meski gagal mengangkat trofi, Argentina tampil impresif sepanjang turnamen. Lionel Scaloni sukses membawa timnya kembali ke final empat tahun setelah menjadi juara di Qatar.

Advertisement

Perjalanan menuju partai puncak diwarnai sejumlah kemenangan penting hingga akhirnya bertemu Spanyol yang tampil sangat konsisten sepanjang kompetisi.

Pada laga final, Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 0-1. Kekalahan itu sekaligus mengakhiri harapan La Albiceleste mempertahankan status sebagai juara dunia.

Namun Milei menegaskan hasil akhir bukan alasan untuk melupakan perjuangan para pemain.

Dalam unggahan terpisah di media sosial, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh skuad yang dinilainya telah memberikan segalanya demi negara.

Menurutnya, para pemain telah berjuang hingga menit terakhir dan tetap membuat Argentina berada di jajaran negara terbaik sepak bola dunia.

Milei Pertahankan Ritual Menonton dari Rumah

Menariknya, Javier Milei tidak hadir langsung di MetLife Stadium saat final berlangsung.

Berbeda dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez yang menyaksikan langsung pertandingan dari tribun kehormatan, Milei memilih tetap berada di kediaman resminya.

Keputusan itu bukan tanpa alasan. Presiden Argentina tersebut mengaku memiliki ritual yang selama ini diyakininya membawa keberuntungan bagi Tim Tango.

Sebelum final, tujuh pertandingan Argentina di Piala Dunia 2026 selalu ia saksikan dari rumah dan seluruhnya berakhir dengan kemenangan.

Karena alasan tersebut, Milei enggan mengubah kebiasaannya meski laga final menjadi pertandingan paling penting dalam turnamen.

Sayangnya, ritual itu tidak mampu membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia. Tim asuhan Lionel Scaloni harus mengakui keunggulan Spanyol yang tampil lebih efektif sepanjang pertandingan.

Simbol Persatuan Bangsa

Penetapan hari libur nasional dinilai bukan sekadar bentuk selebrasi olahraga.

Keputusan tersebut juga menjadi pesan bahwa perjuangan atlet tetap layak diapresiasi, bahkan ketika target utama belum berhasil diraih.

Di Argentina, sepak bola memang memiliki nilai sosial dan budaya yang sangat kuat. Keberhasilan mencapai final Piala Dunia sudah dianggap sebagai prestasi besar yang mampu menyatukan masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi dan politik.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyambut kepulangan Lionel Messi dan kolega sebagai pahlawan nasional.

Meski trofi Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi milik Spanyol, Argentina tetap pulang dengan kepala tegak. Perjalanan mereka hingga final menjadi bukti bahwa La Albiceleste masih menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam sepak bola dunia.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizal Dani P
PenulisRizal Dani PSarjana Ekonomi Manajemen Universitas Merdeka Malang (2022). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia