Advertisement
Olahraga

Piala Dunia 2026 Tinggalkan Luka bagi Manchester United, Tiga Pilar Utama Tumbang Cedera

Manchester United menghadapi krisis cedera setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Manuel Ugarte harus menjalani operasi lutut, Lisandro Martinez masih menunggu hasil pemeriksaan cedera, sementara Kobbie Mainoo mengalami masalah kebugaran.

TIMES Indonesia,
Piala Dunia 2026 Tinggalkan Luka bagi Manchester United, Tiga Pilar Utama Tumbang Cedera
Manuel Ugarte mengalami cedera ligamen lutut saat membela Uruguay di Piala Dunia 2026. (Action Images via Reuters/Ed Sykes)
A-AA+

JAKARTA Piala Dunia 2026 telah berakhir, tetapi Manchester United justru pulang dengan pekerjaan rumah yang tidak ringan. Klub berjuluk Setan Merah itu kini menghadapi badai cedera setelah sejumlah pemain kuncinya mengalami masalah fisik selama membela negara masing-masing di turnamen tersebut.

Kondisi ini menjadi pukulan bagi Manchester United yang sedang mempersiapkan diri menyambut musim 2026/2027. Saat klub-klub lain mulai fokus membangun kekompakan lewat pramusim, MU justru harus memikirkan cara menutup lubang di beberapa posisi penting.

Advertisement

Kerugian terbesar datang dari gelandang bertahan Manuel Ugarte. Pemain asal Uruguay itu mengalami cedera ligamen lutut saat tampil di Piala Dunia 2026. Cedera tersebut membuatnya harus menjalani operasi dan diperkirakan absen dalam waktu cukup lama.

Absennya Ugarte jelas menjadi kehilangan besar. Selama musim lalu, ia menjadi salah satu pemain yang memberi keseimbangan di lini tengah berkat kemampuan merebut bola dan memutus serangan lawan.

Masalah Manchester United belum berhenti di situ. Bek tengah Lisandro Martinez juga kembali ke Carrington dengan kondisi yang belum sepenuhnya pulih. Pemain Timnas Argentina itu mengalami cedera ketika tampil pada laga final Piala Dunia 2026 dan harus ditarik keluar sebelum pertandingan berakhir. Hingga kini, tim medis klub masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui tingkat keparahan cederanya.

Di lini tengah, Kobbie Mainoo juga belum bisa bernapas lega. Gelandang muda Inggris tersebut mengalami masalah kebugaran dan harus melewatkan pertandingan perebutan tempat ketiga bersama timnas Inggris. Kondisinya akan terus dipantau sebelum bergabung penuh dalam agenda pramusim Manchester United.

Meski demikian, tidak semua pemain MU membawa kabar buruk dari Piala Dunia. Penyerang anyar Matheus Cunha justru tampil impresif bersama Brasil. Ia mencetak tiga gol sepanjang turnamen dan pulang dengan kepercayaan diri tinggi.

Advertisement

Produktivitas Cunha di level internasional diharapkan bisa menjadi modal penting untuk mempertajam lini depan Manchester United pada musim baru. Ketajamannya menjadi secercah kabar baik di tengah daftar cedera yang terus bertambah.

Situasi ini membuat manajemen dan tim pelatih harus bekerja lebih cepat. Selain memaksimalkan proses pemulihan pemain, Manchester United juga berpotensi lebih aktif di bursa transfer untuk menambah kedalaman skuad, terutama di sektor gelandang bertahan dan lini belakang.

Dalam sepak bola modern, dampak turnamen internasional terhadap klub memang kerap menjadi perhatian. Jadwal kompetisi yang padat meningkatkan risiko cedera, terutama bagi pemain yang tampil hingga fase akhir turnamen. Kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih dapat memengaruhi performa klub pada awal musim domestik.

Bagi Manchester United, tantangan tersebut kini menjadi kenyataan. Cedera beberapa pemain inti membuat persiapan menuju Premier League 2026/2027 tidak berjalan ideal. Jika proses pemulihan berjalan lebih lama dari perkiraan, Setan Merah bisa menghadapi awal musim dengan komposisi skuad yang belum lengkap.

Namun, jika pemain yang cedera mampu kembali sesuai jadwal dan rekrutan baru berhasil beradaptasi cepat, Manchester United masih memiliki peluang untuk bangkit dan bersaing di papan atas Liga Inggris musim ini.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizal Dani P
PenulisRizal Dani PSarjana Ekonomi Manajemen Universitas Merdeka Malang (2022). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia