Advertisement
Olahraga

Petisi Ulang Final Piala Dunia 2026 Tembus 100 Ribu Tanda Tangan, Begini Sikap FIFA

Petisi yang mendesak FIFA mengulang final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol terus bertambah hingga mendekati 100 ribu tanda tangan. Suporter Argentina mempersoalkan kepemimpinan wasit dalam laga final yang dimenangkan Spanyol 1-0.

TIMES Indonesia,
Petisi Ulang Final Piala Dunia 2026 Tembus 100 Ribu Tanda Tangan, Begini Sikap FIFA
Para pemain Argentina memberikan apresiasi kepada ribuan pendukung. (Michael Reaves/Getty Images/AFP)
A-AA+

JAKARTA Kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 ternyata belum benar-benar diterima sebagian pendukung La Albiceleste. Beberapa hari setelah laga puncak berakhir, sebuah petisi daring yang meminta FIFA mengulang pertandingan terus mendapat dukungan dan kini telah mendekati 100 ribu tanda tangan.

Petisi tersebut muncul setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Sejumlah suporter menilai ada beberapa keputusan wasit asal Slovenia, Slavko Vinčić, yang dianggap merugikan tim besutan Lionel Scaloni.

Advertisement

Dalam isi petisi, penggagas meminta FIFA meninjau ulang kepemimpinan wasit dan mempertimbangkan menggelar pertandingan ulang demi menjaga integritas sepak bola. Tuduhan mengenai keputusan yang dinilai kontroversial menjadi alasan utama lahirnya gerakan tersebut.

Meski demikian, peluang permintaan tersebut dikabulkan sangat kecil.

Berdasarkan regulasi FIFA, hasil pertandingan resmi hanya dapat dibatalkan atau diulang dalam kondisi yang sangat luar biasa, seperti adanya pelanggaran serius terhadap aturan kompetisi atau keputusan resmi dari otoritas yang berwenang sebelum hasil pertandingan disahkan.

Artinya, petisi di platform daring, berapa pun jumlah pendukungnya, tidak memiliki kekuatan hukum maupun olahraga untuk mengubah hasil pertandingan yang sudah disahkan FIFA.

Gelombang petisi ini sebenarnya bukan kali pertama terjadi di ajang Piala Dunia. Pada edisi-edisi sebelumnya, sejumlah suporter dari berbagai negara juga pernah membuat petisi serupa setelah merasa timnya dirugikan oleh keputusan wasit. Namun seluruh upaya tersebut tidak pernah mengubah hasil pertandingan.

Advertisement

Di tengah ramainya petisi, Presiden Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, justru mengajak seluruh pendukung menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. Ia menyampaikan apresiasi kepada perjuangan Lionel Messi dan seluruh pemain yang telah membawa Argentina hingga partai final.

Tapia menegaskan sepak bola selalu menghadirkan kemenangan maupun kekalahan. Karena itu, menurutnya, Argentina harus segera bangkit dan menatap kompetisi berikutnya.

Sementara itu, FIFA hingga kini belum memberikan sinyal akan membuka kembali hasil final Piala Dunia 2026. Badan sepak bola dunia tersebut tetap berpegang pada regulasi bahwa hasil pertandingan yang telah disahkan bersifat final, kecuali ditemukan pelanggaran luar biasa sesuai ketentuan disiplin dan kompetisi.

Kontroversi final Piala Dunia 2026 memang masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Di satu sisi, ribuan pendukung Argentina terus menyuarakan tuntutan pertandingan ulang. Di sisi lain, banyak pihak menilai keputusan di lapangan harus dihormati demi menjaga kepastian hukum dalam kompetisi sepak bola internasional.

Dengan regulasi yang berlaku saat ini, petisi tersebut lebih berfungsi sebagai bentuk ekspresi kekecewaan suporter daripada instrumen yang dapat mengubah status Spanyol sebagai juara dunia 2026.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizal Dani P
PenulisRizal Dani PSarjana Ekonomi Manajemen Universitas Merdeka Malang (2022). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia