Advertisement
Olahraga

SEA V Cup 2026: Gagal ke Final, Timnas Voli Putra Indonesia Ditekuk Vietnam 1-3

Timnas voli putra Indonesia terhenti di semifinal SEA V Cup 2026 usai takluk 1-3 dari Vietnam. Pelatih Reidel Toiran dan Yolla Yuliana beri evaluasi.

TIMES Indonesia,
SEA V Cup 2026: Gagal ke Final, Timnas Voli Putra Indonesia Ditekuk Vietnam 1-3
Pelatih Timnas voli putra Indonesia saat press conference usai Timnas voli Indonesia gagal ke final SEA V Cup 2026. (Foto: Marhaban/TIMES Indonesia)
A-AA+

Jakarta Langkah Tim Nasional (Timnas) voli putra Indonesia terhenti di babak semifinal SEA V Cup 2026. Menghadapi Vietnam, Farhan Halim dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan lawan usai takluk dengan skor 1-3 (25-22, 22-25, 19-25, 18-25).

Kekalahan ini menjadi antiklimaks bagi performa Skuad Garuda. Pasalnya, Farhan Halim dkk baru saja merengkuh trofi juara pada ajang AVC Men's Volleyball Cup 2026 beberapa waktu lalu.

Advertisement

Sempat memimpin pada set pertama lewat variasi serangan cepat, performa Indonesia perlahan menurun di set-set berikutnya. Blok yang kurang rapat serta tingginya angka unforced errors dimanfaatkan dengan baik oleh lini serang Vietnam untuk membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan empat set.

Sorotan kini tertuju pada taktik dan rotasi pemain yang diterapkan pelatih kepala, Reidel Toiran. Pola permainan Indonesia dinilai mulai terbaca oleh lawan di kawasan Asia Tenggara. Evaluasi mendalam mendesak dilakukan mengingat pada leg pertama SEA V Cup sebelumnya, Indonesia juga dipaksa menyerah 2-3 dari Kamboja di partai puncak.

Menanggapi hasil minor tersebut, Reidel Toiran mengakui adanya penurunan konsentrasi dan kegagalan anak asuhnya dalam mengantisipasi penyesuaian taktik lawan di tengah laga.

"Kami memulai pertandingan dengan skema yang bagus pada set pertama. Namun, ketika Vietnam mengubah pola serangan, respons bertahan kami lambat. Ada masalah pada efektivitas rotasi dan konsistensi penerimaan bola pertama (receive)," ujar Reidel Toiran seusai pertandingan.

"Ini menjadi pelajaran berharga. Evaluasi total akan dilakukan, baik dari sisi taktik maupun mentalitas pemain saat menghadapi tekanan tinggi," tambahnya.

Advertisement

Kandasnya skuad putra di babak empat besar SEA V Cup 2026 turut memancing perhatian mantan pevoli nasional, Yolla Yuliana.

Pemain senior voli putri Indonesia ini menilai ada penurunan intensitas permainan yang cukup mencolok dibanding saat timnas menjuarai AVC Cup.

"Sangat disayangkan, padahal momentum timnas putra sedang sangat bagus setelah juara AVC Cup. Namun di semifinal kemarin, terlihat permainan tim kurang cair dan underperform," kata Yolla kepada TIMES Indonesia.

"Di level Asia Tenggara saat ini, peta kekuatan sudah sangat merata. Ketika kita lengah sedikit saja dalam hal strategi atau stamina, lawan seperti Vietnam dan Kamboja pasti langsung memanfaatkan celah tersebut," lanjutnya.

Kekalahan ini sekaligus menegaskan bahwa peta persaingan voli putra di kawasan ASEAN semakin kompetitif. Timnas Indonesia kini dituntut untuk segera membenahi kedalaman skuad serta fleksibilitas strategi agar mampu kembali mendominasi persaingan regional maupun Asia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia