Arema FC Pulang Tanpa Gol di Laga Pertama Piala Presiden, IB: Beri Waktu Tim Berproses
Kekalah Arema FC atas Persib di laga perdana Piala Presiden 2026 direspons oleh Iwan Budianto sebagai Chief Executive Officer (CEO) klub berlogo singa itu.
MALANG – Penampilan perdana tim Arema FC kontra Persib Bandung di ajang Piala Presiden 2026 lalu harus pulang dengan kekalahan 0-1. Manajemen menilai hasil itu belum bisa menjadi tolok ukur kekuatan skuad sesungguhnya.
Dari evaluasi sementara, sejumlah faktor dinilai memengaruhi performa Singo Edan pada laga pertama pramusim tersebut. Yakni, masa persiapan tim singkat, kondisi kebugaran pemain yang belum maksimal, juga proses chemistry antarpemain yang belum terbangun kuat.
CEO Arema FC Iwan Budianto mengatakan, Piala Presiden 2026 sejak awal diposisikan sebagai bagian dari proses penyelarasan tim menuju kompetisi resmi. Maka dari itu, publik diminta tidak terburu-buru menyimpulkan penilaian performa tim.
"Ini masih pre-season. Jadi tidak perlu berekspektasi terlalu berlebihan. Sejak awal juga sudah sampaikan, turnamen ini menjadi bagian dari program penyelarasan tim. Saya ingat, kata Pak Inal (General Manager Yusrinal Fitriandi), juara tentu menjadi bonus, tetapi yang utama membentuk tim yang siap menghadapi kompetisi," ujar Iwan Budianto, dalam kerangannya, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, kondisi fisik para pemain juga belum berada pada level terbaik. Masa persiapan relatif singkat, dimana tingkat kebugaran setiap pemain berbeda-beda, berpengaruh terhadap permainan tim.
"Sebagian besar pemain belum berada pada level fitness yang optimal. Ada yang mungkin baru 40-50 persen, ada yang 60, 70, atau 80 persen. Itu tergantung kapan mereka mulai latihan, dan masa istirahat libur. Kondisi itu pasti memengaruhi performa tim di lapangan," terangnya.
Selain faktor kebugaran, lanjut pria yang karib disapa IB itu, kehadiran sejumlah pemain baru juga masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Selebihnya, pelatih Marcos Santos sengaja memberi kesempatan bermain mereka, tujuannya mencari komposisi terbaik sekaligus membangun chemistry antarpemain.
"Kenapa pemain baru dicoba di babak kedua? Karena memang mungkin level fit dan chemistry-nya juga belum terbentuk (optimal). Mereka masih dalam tahap saling memahami satu sama lain. Itu sangat penting dalam permainan tim seperti sepak bola," ujarnya.
IB pun meminta semua bisa menunggu perkembangan dari semua pemain. Menurutnya, Piala Presiden juga menjadi momen penting bagi tim pelatih dan manajemen untuk melakukan evaluasi.
"Kita tunggu saja, insyaAllah permainan Arema FC nanti akan segera membaik," ungkapnya.
IB juga menandaskan, tidak menutup kemungkinan Arema FC masih akan menambah amunisi, apabila hasil evaluasi menunjukkan kebutuhan di beberapa posisi.
Berkaca pada musim lalu, menurutnya setelah Piala Presiden manajemen melakukan evaluasi, lalu merekrut pemain asing Betinho.
"Artinya, pre-season memang dibuat untuk melihat apakah masih perlu mengubah struktur tim atau ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi," tandas IB.
Waktu persiapan Arema FC untuk Piala Presiden diakuinya sangat terbatas. Dimana, sebagian besar pemain baru berkumpul sekitar dua pekan sebelum turnamen dimulai. Beberapa pemain asing bahkan baru gabung sepekan sebelumnya.
Pada laga perdana lalu, kata IB, lawan yang dihadapi Arema FC juga tim yang punya kualitas tinggi dan bermain di kandang dengan dukungan penuh suporternya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


