Asisten 1 Sekdakab Sampang Buka Laga Pencak Silat Sate Cup 2026
Kejuaraan Pencak Silat Sate Cup 2026 resmi dibuka di Sampang. Ajang yang diikuti 313 atlet ini menjadi wadah pembinaan pesilat sekaligus upaya melestarikan warisan budaya Indonesia.
SAMPANG – Asisten 1 Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sampang, Sudarmanto resmi membuka kejuaraan pencak silat Sate Cup 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Indoor, pada Senin (27/7/2026) pagi.
Turut hadir, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Agus Wahyudi, Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan, Kasdim 0828, Kapolsek Kota, KONI, dan seluruh ketua perguruan pencak silat yang ada di Sampang.
Menurut Sudarmanto, pencak silat merupakan warisan milik bangsa Indonesia yang wajib untuk dilestarikan dan popularitasnya sudah mendunia.
"Kita perlu merespon besarnya animo masyarakat terhadap cabang olahraga ini dengan mengoptimalkan melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan secara berkelanjutan dan berjenjang," ujarnya, Senin (27/7/2026).
Pemkab Sampang memberikan apresiasi terhadap gelaran laga ini yang digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sampang.
Manfaat yang bisa diambil dari kejuaraan ini adalah selain menempa atlet dengan jam terbang kompetisi dan mental bertanding, event ini diharapkan mampu menjadi tolak ukur dalam mengevaluasi keberhasilan sistem dan pola pembinaan yang sudah dilakukan.
"Prestasi olahraga bukan sekedar meraih medali atau menjadi juara di sebuah turnamen. Tapi, merupakan investasi pembangunan," tegasnya.
Banyaknya atlet yang berprestasi mencerminkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, disiplin, kompetitif, dan menambah semangat persatuan dan kebanggan bersama.
Dengan laga ini, Sudarmanto berharap bisa mengidentifikasi para pesilat potensial dan berkualitas. Sehingga, mampu berprestasi di level yang tinggi dan bisa mengharumkan nama Kabupaten Sampang.
"Mari kita berikan kepedulian terhadap kelangsungan warisan olahraga pencak silat ini. Warisan budaya kebanggaan bangsa ini harus tetap lestari," ajaknya.
Sementara, Ketua IPSI Sampang H. Munadi menjelaskan, laga pencak silat Sate Cup akan dijadikan agenda tahunan menggantikan laga IPSI Cup.
Sate Cup sendiri, mengandung filsafat sa ateh sa taretanan (sehati satu saudara-red). Artinya, ketika di dalam laga kita adalah lawan. Tapi, di luar laga kita adalah saudara.
"Kami mulai dari mendidik anak usia dini, remaja, hingga dewasa. Tujuannya, hanya untuk prestasi. Demi membawa nama baik Kabupaten Sampang di bidang pencak silat hingga mendunia," jelasnya.
Menurutnya, laga ini merupakan bagian dari bentuk pembinaan multi years selama 10 tahun.
H. Munadi mengungkap, pada Kejurprov IX Jawa Timur lalu, atlet IPSI Sampang berhasil menyabet juara 1 dan 3.
Diketahui, laga ini akan digelar selama 3 hari, mulai 27-29 Juli 2026. Sebanyak 313 atlet akan berlaga untuk memperebutkan piala Bupati dan Ketua IPSI Sampang.
Peserta yang berlaga berasal dari 12 perguruan dari 24 perguruan yang ada di Kabupaten Sampang di bawah naungan IPSI Sampang. Termasuk, perguruan pencak silat Pamur, Pagar Nusa, Al fata, Lembayung Senja, Bersatu Bersaudara, dan Nur Harias.
"Selamat berlaga, junjung tradisi merajut prestasi di bumi bahari," pungkasnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


