BYD Abaikan Pasar Amerika, Targetkan Penjualan Global Lebih Tinggi
BYD fokus ekspansi global meski tak masuk pasar AS. Target penjualan luar negeri tembus 1,5 juta unit tahun ini.
JAKARTA – BYD tetap percaya diri meski tidak masuk pasar Amerika Serikat. Produsen kendaraan listrik terbesar dunia ini memilih fokus pada ekspansi global untuk menjaga pertumbuhan bisnisnya. Dilansir dari Reuters, langkah ini diambil seiring pembatasan impor mobil listrik asal China oleh pemerintah AS.
Fokus Ekspansi Global di Tengah Pembatasan AS
Pemerintah Amerika Serikat membatasi masuknya kendaraan listrik dari China dengan alasan keamanan dan persaingan industri. Kondisi ini membuat BYD belum memiliki rencana menjual produknya di pasar AS dalam waktu dekat.
Namun, hal tersebut tidak menyurutkan ambisi perusahaan untuk terus berkembang di pasar internasional.
Target Penjualan Global 1,5 Juta Unit
BYD menargetkan penjualan kendaraan listrik di luar negeri mencapai 1,5 juta unit tahun ini. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang sekitar satu juta unit.
Strategi ekspansi global ini menjadi kunci bagi BYD untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri kendaraan listrik dunia.
Optimistis Tetap Memimpin Tanpa Pasar AS
Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, menyatakan bahwa perusahaan tetap mampu memimpin pasar global meski tanpa kehadiran di Amerika Serikat.
Ia juga berharap hubungan antara Xi Jinping dan Donald Trump dapat membuka peluang kerja sama di masa depan.
Strategi Global Jadi Andalan
Dengan fokus pada pasar internasional, BYD terus memperluas jangkauan di berbagai negara. Langkah ini dinilai sebagai strategi realistis di tengah dinamika geopolitik dan regulasi perdagangan global.
Meski pasar AS tertutup, BYD tetap optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan dan memperkuat posisinya di industri kendaraan listrik global.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


