Ternyata, Bensin RON Tinggi Belum Tentu Bikin Mobil Lebih Irit
Banyak pengendara mengira bensin dengan RON tinggi pasti lebih irit. Faktanya, efisiensi bahan bakar bergantung pada rasio kompresi dan spesifikasi mesin kendaraan.
JAKARTA – Banyak pemilik kendaraan menganggap bensin dengan Research Octane Number (RON) lebih tinggi pasti lebih irit. Anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Efisiensi konsumsi bahan bakar justru sangat bergantung pada spesifikasi mesin, terutama rasio kompresinya.
Penggunaan BBM beroktan tinggi memang memiliki keunggulan dalam mencegah gejala knocking atau detonasi. Namun, manfaat tersebut hanya akan optimal jika digunakan pada mesin yang memang dirancang untuk RON tinggi.
RON merupakan ukuran kemampuan bahan bakar menahan tekanan sebelum terbakar di ruang bakar. Semakin tinggi nilai RON, semakin besar pula ketahanan bahan bakar terhadap pembakaran dini yang dapat mengganggu performa mesin.
Karena itu, setiap produsen kendaraan telah menentukan rekomendasi RON yang sesuai dengan karakter mesin. Menggunakan BBM di bawah rekomendasi dapat memicu knocking, menurunkan tenaga mesin, hingga meningkatkan konsumsi bahan bakar.
Sebaliknya, memakai BBM dengan RON jauh lebih tinggi dari kebutuhan mesin juga tidak otomatis membuat kendaraan lebih hemat. Pada mesin dengan rasio kompresi rendah, bahan bakar beroktan tinggi tidak memberikan peningkatan efisiensi maupun tenaga yang signifikan.
Sebagai gambaran, mesin dengan rasio kompresi sekitar 9:1 umumnya sudah optimal menggunakan BBM RON 90. Sementara mesin dengan kompresi lebih tinggi, seperti 10:1 hingga di atas 11:1, biasanya membutuhkan BBM RON 92, RON 95, bahkan RON 98 agar pembakaran berlangsung sempurna.
Pembakaran yang sesuai spesifikasi membuat mesin bekerja lebih efisien, menghasilkan tenaga optimal, serta membantu menjaga usia komponen mesin dalam jangka panjang.
Selain jenis BBM, konsumsi bahan bakar juga dipengaruhi banyak faktor lain. Gaya mengemudi agresif, tekanan angin ban yang kurang, kondisi lalu lintas macet, hingga perawatan kendaraan yang tidak rutin dapat membuat pemakaian bensin menjadi lebih boros.
Karena itu, memilih BBM sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga atau angka RON yang lebih tinggi. Pemilik kendaraan perlu melihat buku manual atau rekomendasi pabrikan agar mesin memperoleh bahan bakar yang sesuai.
Dalam beberapa tahun terakhir, produsen otomotif juga semakin banyak menghadirkan mesin berteknologi modern dengan rasio kompresi tinggi. Mesin seperti ini memang dirancang untuk menggunakan BBM beroktan lebih tinggi agar sistem pembakaran bekerja maksimal dan emisi gas buang tetap rendah.
Menggunakan BBM yang tepat juga membantu menjaga performa kendaraan dalam jangka panjang. Mesin bekerja lebih halus, risiko knocking berkurang, serta konsumsi bahan bakar tetap efisien sesuai karakteristik kendaraan.
Dengan kata lain, RON tinggi bukan jaminan kendaraan akan lebih irit. Kuncinya adalah menyesuaikan jenis bahan bakar dengan spesifikasi mesin. Pilihan yang tepat bukan hanya menghemat biaya operasional, tetapi juga menjaga kesehatan mesin dalam penggunaan sehari-hari.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


