Advertisement
Pemerintahan

Sambut Tahun Baru Islam, Pemkab Bondowoso Arebbe Tajin Sorah

Sudah menjadi tradisi umat Islam, khususnya di Jawa saat menyambut 1 Muharram. Mereka biasanya arebbe tajin sorah (slametan bubur suro). Hal itulah yang dilakukan Pemkab Bondowoso saat menyambut Tahun Baru Islam 1441 H.

TIMES Indonesia,
Sambut Tahun Baru Islam, Pemkab Bondowoso Arebbe Tajin Sorah
Bupati Bondowoso KH Salwa bersama Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat. Saat arebbe tajin sorah, sambut Tahun Baru Islam 1441 H (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Sudah menjadi tradisi umat Islam, khususnya di Jawa saat menyambut 1 Muharram. Mereka biasanya arebbe tajin sorah (slametan bubur suro). Hal itulah yang dilakukan Pemkab Bondowoso saat menyambut Tahun Baru Islam 1441 H.

Sebelum melakukan doa bersama. Bupati Salwa Arifin, Wabup Irwan Bachtiar, Sekda Syaifullah, Forkopimda, Kepala OPD, camat serta semua ASN berjalan kaki dari Pendapa menuju Alun-alun RBA Ki Ronggo.

Advertisement

Selama perjalanan menuju alun-alun, rombongan diiringi alunan musik hadrah. Sementara dibelakangnya diikuti arak-arakan tajin sorah (bubur Suro).

arebbe-tajin-sorah-2.jpg

Sesampainya di Alun-alun RBA Ki Ronggo. Bubur Suro ditata rapi. Selanjutnya dilakukan doa bersama. Baru setelah itu dimakan secara bersama-sama dengan warga Bondowoso.

Dalam sambutannya, Bupati Salwa menjelaskan, arebbe (selamatan) berasal dari bahasa arab yakni arwah. Karena itulah, arebbe tajin sorah ini merupakan kiriman doa dan sedekah kepada arwah-arwah leluhur, ulama, dan pejuang yang berjuang untuk Kemerdekaan RI.

"Mudah-mudahan doa kita sampai juga kepada para pendahulu, para pejuang, alim ulama untuk membangun Indonesia, khususnya Bondowoso ini," katanya.

Advertisement

Bupati berharap segala kekhilafan yang dilakukan tahun lalu dijadikan sebagai pelajaran di tahun ini.

arebbe-tajin-sorah-3.jpg

"Mari kita songsong tahun baru Islam ini dengan penuh semangat dan gairah. Dan penuh keseriusan. Kita bertekad ke depan, meningkatkan ibadah dan kinerja kita," harapnya.

Sementara Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat menjelaskan, bahwa tradisi arebbe tajin sorah ini, juga bagian dari upaya melestarikan budaya.

"Jadi dulu kan kalau sudah Suro, itu pasti ada tajin Suro. Sekarang itu sudah mulai punah. Ini kita galakkan, ini bentuk melestarikan," tegasnya.

Arebbe tajin sorah (slametan bubur suro) menyambut Tahun Baru Islam 1441 H, merupakan bagian dari kalender Festival Muharram yang diselenggarakan oleh Pemkab Bondowoso. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia