Advertisement
Pemerintahan

Rafflesia Mekar Sempurna, Rekor Bunga Terbesar di Dunia Pecah di Kabupaten Agam

Rekor bunga terbesar di dunia pecah pada Kamis (2/1/2020) setelah bunga Rafflesia jenis Tuan Mudae mekar dengan sempurna di Ranah Minang, Kabupaten Agam,  Sumateta Barat.

TIMES Indonesia,
Rafflesia Mekar Sempurna, Rekor Bunga Terbesar di Dunia Pecah di Kabupaten Agam
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abid tatkala melihat bunga rafflesia Tuan-mudae di Cagar Alam Maninjau Jorong Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (2/1/2019). (FOTO: ANTARA)
A-AA+

JAKARTA Rekor bunga terbesar di dunia pecah pada Kamis (2/1/2020) setelah bunga Rafflesia jenis Tuan Mudae mekar dengan sempurna di Ranah Minang, Kabupaten AgamSumateta Barat.

Garis tengah bunga yang juga dijuluki bunga bangkai itu mencapai 111 centimeter. Rekor sebelumnya ukurannya 107 sentimeter pada tahun 2017.

Advertisement

Maka tak mengherankan bila mekarnya bunga Rafflesia ini menjadi sorotan dunia.

Tumbuhan ini tidak memiliki akar atau daun. Ia memakan tanaman inang untuk hidup, minum air dan mengambil nutrisi dari inangnya.

Hidup rafflesia juga singkat. Mulutnya terbuka hanya untuk satu minggu sebelum membusuk dan mati. Ia hanya meminjam waktu sebagai bunga terbesar di dunia.

bunga-rafflesia-Tuan-mudae-2.jpg

Media asal Singapura, Channel News Asia, dan media asal Inggris, This is Money, seperti dilansir Liputan 6.com, membahas Rafflesia yang menjadi tumbuhan terbesar dunia itu dengan judul "Biggest bloom: 'World's largest' flower spotted in Indonesia".

Advertisement

Begitu juga media asal Vietnam, Vietnamplus, dan The Star dari Malaysia juga menyajikan artikel berjudul "World’s largest flower spotted in Indonesia"

Bahkan  media online dari e-Radio USA, media asal Amerika, juga membahas berita tentang tumbuhan terbesar dunia yang ada di Indonesia ini melalui artikel berjudul serupa, "Biggest bloom: ‘world’s largest’ flower spotted in Indonesia"

Media MSN asal Amerika Serikat juga mengangkat isu tersebut melalui sebuah video singkat berdurasi 48 detik dengan judul "Indonesian conservationists say they've spotted 'world's largest' flower".

Edisi-Minggu-5-Januari-2019-bunga.jpg

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Bunga Raflesia Tuan Mudae di Kecamatan Palembayan, Agam ini mengalahkan rekor sebelumnya dengan ukuran 107 sentimeter pada 2017 lalu. Maka tak mengherakan bila banyak warga yang datang menyaksikan langsung ke lokasi.

"Sampai saat ini, sudah sekitar 400 orang  datang ke lokasi Rafflesia Tuan Mudae ini dan semuanya didampingi petugas," kata Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Ade Putra.

Ade mengatakan sudah berkomunikasi dengan ahli bunga Rafflesia dari Universitas Bengkulu untuk memastikan jenis bunga bangkai tersebut. Dari komunikasi itu, bunga dengan nama serupa sebelumnya juga pernah tumbuh di Negeri Jiran, Malaysia, namun ukurannya lebih kecil dari yang mekar di Agam ini.

Ade menyebutkan setidaknya ada 14 daerah di Ranah Minang yang menjadi lokasi tumbuhnya bunga Rafflesia dengan jenis berbeda. Namun lokasi yang paling banyak tersebar di daerah Agam, yakni 13 titik yang sebagian besar di sekeliling Danau Maninjau.

"Hal ini dikarenakan Hutan Cagar Alam Maninjau kaya dengan satwa, serta jenis flora dan fauna," kata dia.

Dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, hanya lima daerah yang belum pernah ditemukan tumbuhnya bunga Rafflesia, yakni Sawahlunto, Solok, Pariaman, Payakumbuh, dan Kepulauan Mentawai.

Diperkirakan, hingga sebulan ke depan ada lima bongkol bunga Rafflesia yang bakal mekar. Namun untuk menuju lokasi bunga Rafflesia yang pertama kali ditemukan di Provinsi Bengkulu itu tidaklah mudah. BKSDA juga tidak sembarangan mengizinkan orang masuk ke lokasi hutan konservasi tersebut. Dikhawatirkan bunga tersebut rusak.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit yang sudah melihat langsung bunga Rafflesia terbesar di dunia itu mengaku kagum dengan bunga tersebut.

Menurut mantan Bupati Pesisir Selatan itu, Agam merupakan daerah habitat tumbuhnya bunga Bangkai. Ia juga mengimbau, agar warga setempat menjaga Bunga Rafflesia Tuan Mudae itu bersama-sama.

"Bunga ini termasuk tanaman yang dilindungi sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya," kata Nasrul.

Dia juga berharap bunnga Rafflesia ini bisa menjadi daya tarik dan menggerakkan ekowisata. Tentu saja, yang ingin berkunjung harus didampingi pihak BKSDA.

Rekor bunga terbesar di dunia pecah pada Kamis (2/1/2020) setelah bunga Rafflesia jenis Tuan Mudae mekar dengan sempurna di Ranah Minang, Kabupaten AgamSumateta Barat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia