Advertisement
Pemerintahan

Kementerian PUPR RI: PLBN Sei Pancang Akan Jadi Ikon Baru Perbatasan Indonesia-Malaysia

Pada 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI) telah memulai konstruksi pembangunan Pos Lintas Batas Negara Terpadu Sei Pancang (PLBN Sei Pancang) yang akan menjadi ikon batu pada pintu gerbang masuk perbatasan Indonesia-

TIMES Indonesia,
Kementerian PUPR RI: PLBN Sei Pancang Akan Jadi Ikon Baru Perbatasan Indonesia-Malaysia
Ilustrasi pembangunan PLBN Terpadu Sei Pancang di di Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan. (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)
A-AA+

JAKARTA Pada 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI) telah memulai konstruksi pembangunan Pos Lintas Batas Negara Terpadu Sei Pancang (PLBN Sei Pancang) yang akan menjadi ikon batu pada pintu gerbang masuk perbatasan Indonesia-Malaysia di Provinsi Kalimantan Utara, sekaligus sebagai cikal bakal pusat kegiatan ekonomi di Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan. 

Pembangunan PLBN tersebut adalah bentuk pembanungan infrastruktur yang dikerjakan Kementerian PUPR RI untuk wilayah perbatasan, pulau-pulau kecil dan terdepan guna mendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Advertisement

PLBN-Sei-Pancang-PUPR-2.jpg

Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang keluar masuk Indonesia. "Namun akan menjadi embrio pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," kata Menteri Basuki.

Pembangunan PLBN Terpadu Sei Pancang yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia Timur dimulai sejak 24 Februari 2020 dan ditargetkan selesai pada 17 Juli 2021. Saat ini progres pembangunan fisik telah mencapai 27% dengan item pekerjaan preliminaries dan gabion wall lapis polimer serta mendatangkan sejumlah materail seperti batu, kawat gabion, dan cerucuk. 

PLBN-Sei-Pancang-PUPR-3.jpg

Pembangunan PLBN ini dikerjakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kalimantan Utara Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan kontraktor pelaksana PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Anggarannnya bersumber dari APBN sebesar Rp 226,18 miliar melalui skema Multi Years Contract (MYC) tahun 2020-2021.

Advertisement

Area PLBN Sei Pancang memiliki luas lahan 68.169 m2 akan dibangun zona inti dan zona pendukung yang meliputi  bangunan utama setinggi 3 lantai seluas 5.613 m2, mess pegawai setinggi 2 lantai dengan luas 1.904 m2, dan Wisma Indonesia setinggi 2 lantai seluas 1.888 m2. 

PLBN-Sei-Pancang-PUPR-4.jpg

Untuk mendukung operasional pemeriksaan, juga dibangun X-Ray cabin baggage, metal detector, ticketing, peningkatan kualitas jalan masuk dan keluar, trotoar, drainase, parkir kendaraan, jembatan selasar, dan pekerjaan mekanikal elektrikal dan plumbing (MEP) kawasan. Pembangunan PLBN Sei Pancang juga mengembangkan konsep infrastruktur hijau melalui penataan lansekap, penanaman pohon dan rumput serta roof garden untuk bangunan bertingkat. 

PLBN-Sei-Pancang-PUPR-5.jpg

PLBN Sei Pancang merupakan 1 dari 4 PLBN yang dibangun Kementerian PUPR RI di Provinsi Kalimantan Utara. Tiga PLBN Terpadu lainnya adalah Long Midang dan Labang di Kabupaten Nunukan serta Long Nawang di Kabupaten Malinau. Pembangunan keempatnya diatur dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia