Bupati Wajibkan ASN Pemkab Lamongan Memakai BKL
Bupati Lamongan Yuhronur Effendi mewajibkan, kepada seluruh ASN Pemkab Lamongan untuk memakai Busana Khas Lamongan (BKL) pada minggu pertama di hari Kamis.

LAMONGAN – Bupati Lamongan Yuhronur Effendi mewajibkan, kepada seluruh ASN Pemkab Lamongan untuk memakai Busana Khas Lamongan (BKL) pada minggu pertama di hari Kamis.
“Memakai BKL ini untuk memberikan kebanggaan sekaligus menunjukkan identitas bahwa Kabupaten Lamongan juga memiliki busana khas yang patut dibanggakan seperti daerah-daerah lain,” tutur Yuhronur Effendi usai memimpin apel di halaman Pemkab Lamongan, Kamis (01/04/2021).

Yuhronur Efendi menjelaskan, Busana Khas Lamongan ini menggunakan elemen khas batik Singomengkok dan desain kebaya yang bernuansa Islam dimana kebaya dibuat hingga ke lutut.
“BKL juga perpaduan sejumlah budaya lokal, seperti pengaplikasian kowakan pada busana pria yang mengambil ciri khas busana adat tambal sewu di Desa Sambilan Kecamatan Mantup,” katanya.
Sementara pengaplikasian Batik Singomengkok pada udeng dan sembong pada busana pria serta jarit pada busana perempuan sebagai bagian dari pelestarian budaya masyarakat Lamongan di wilayah utara.
"Desain batik ini terinspirasi dari Gamelan Singomengkok yang digunakan Sunan Drajat dalam berdakwah," akunya.

Dalam apel pagi yang diikuti ASN di lingkungan Pemkab Lamongan tersebut, Bupati juga menyampaikan, evaluasi kinerja dan hal-hal yang perlu dievaluasi.
“Momentum ini juga kita gunakan sebagai evaluasi. Untuk yang positif perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Sedangkan yang negatif harus dihilangkan,” ucap Bupati Lamongan Yuhronur Effendi bersama sejumlah ASN Pemkab Lamongan memakai Busana Khas Lamongan (BKL). (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

