Advertisement
Pemerintahan

Kementerian PUPR Terus Selesaikan Jalan Pantai Selatan Wilayah Jawa Timur

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur - Bali yang berada dibawah Direktorat ...

TIMES Indonesia,
Kementerian PUPR Terus Selesaikan Jalan Pantai Selatan Wilayah Jawa Timur
pengerjaan jalan Pantai Selatan menggunakan alat berat. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur - Bali yang berada dibawah Direktorat Jenderal (Ditjen) Binamarga terus menyelesaikan pekerjaan jalan Lintas Selatan atau yang sekarang dikenal sebagai jalan Pantai Selatan (Pansela) dibeberapa wilayah Jawa Timur seperti salah satunya pekerjaan di paket Lot 6 meliputi Prigi - Perbatasan Tulungagung - Klatak - Brumbun yang ditargetkan selesai pada April 2023 mendatang.

“Progres (pengerjaan) saat ini sudah 78,4 persen, kami positif 5.2 persen dari rencana kami 73,1 persen,“ ucap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Provinsi Jawa Timur BBPJN Jawa Timur - Bali, Ida Bagus Made Artamana pada Minggu (24/4/2022).

Advertisement

Kementerian-PUPR-b.jpg
PPK 2.5 Provinsi Jawa Timur BBPJN Jawa Timur - Bali, Ditjen Binamarga Kementerian PUPR Ida Bagus Made Artamana. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

Berada di lokasi proyek tepatnya di rest area Gemah Kabupaten Tulungagung, pria yang disapa Artamana ini mengatakan, proyek Lot 6 yang sepanjang 18,18 km ini dikerjakan oleh PT PP sebagai pelaksana kegiatannya sedangkan pengawas dari PT Virama Karya.

Artamana menjelaskan, proyek dengan nilai Rp594 miliar yang didanai oleh salah satunya Islamic Development Bank ini akan menghubungkan jalur dari Trenggalek dan Tulungagung dengan lebar jalan 7 meter dengan bahu jalan masing-masing jalur selebar 2 meter dan ditutup oleh aspal. Adapun bekas galian baik batu dan tanah dari proyek ini sendiri digunakan untuk pemadatan rest area dari masing-masing tempat.

“Kita gunakan kembali galian itu untuk rest area sekitar sini, seperti rest area Tumpak Oentang Trenggalek yang menyerap sekitar 4 juta meter kubik galian disana untuk mematangkan lahan yang dulunya adalah cekungan yang tidak bernilai kemudian kita ratakan diatasnya dan kita padatkan serta stabilkan sehingga bermanfaat lebih baik,“ jelasnya.

Kementerian-PUPR-c.jpg
para pekerja tengah membuat saluran air jalan Pantai Selatan di Kabupaten Tulungagung. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

Artamana mengungkapkan, teknik penggalian batu sendiri awalnya menggunakan metode mekanis biasa dengan breaker tetapi karena tingkat produktivitasnya rendah dan dikhawatirkan tidak mencapai target waktu, akhirnya menggunakan metode peledak yang sesuai teknis dengan pembangunan jalan.

“Tentunya mengikuti proses perijinan dan bukan peledakan yang ngasal, kita menggunakan metode peledakan blasting,“ tandas PPK 2.5 Provinsi Jawa Timur BBPJN Jawa Timur - Bali, Ditjen Binamarga Kementerian PUPR Ida Bagus Made Artamana. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia