Pemerintahan

Gandeng Pemda, Bulog Surabaya Selatan Upayakan Stabilitas Harga Beras

Senin, 26 September 2022 - 20:06 | 15.74k
Operasi pasar yang digelar oleh Pemda Kabupaten Mojokerto untuk menekan kenaikan harga kebutuhan pokok. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Operasi pasar yang digelar oleh Pemda Kabupaten Mojokerto untuk menekan kenaikan harga kebutuhan pokok. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Guna menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras. Sepanjang tahun 2022 Perum Bulog Surabaya Selatan telah melaksanakan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) untuk menambah pasokan beras ke pasaran.

Terhitung dari awal tahun hingga minggu ke-3 September 2022, Bulog Surabaya Selatan yang memiliki 3 (tiga) wilayah kerja antara lain Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Jombang terus menggelontorkan beras KPSH demi menjaga harga beras di pasaran agar tidak mengalami lonjakan dengan total penyaluran mencapai 4.800 ton.

Advertisement

Pemimpin Cabang Perum Bulog Surabaya Selatan, Lela Nurita mengatakan, pihaknya telah menerima instruksi dari Pemimpin Wilayah Jawa Timur untuk memastikan program KPSH yang sudah berjalan lancar sepanjang tahun ini makin dimasifkan agar tidak ada gejolak harga di tingkat konsumen.

stabilisasi-harga-kebutuhan-pokok.jpgUpaya Bulog Surabaya Selatan bersama Pemda Kabupaten Mojokerto untuk stabilisasi harga kebutuhan pokok di Kabupaten Mojokerto. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

“Masyarakat tidak perlu khawatir, Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau walau di pasaran ada sedikit kenaikan harga. Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini, berdasarkan pencatatan harga beras walaupun relatif mengalami kenaikan, namun dengan adanya penambahan pasokan beras dari Bulog maupun dari panen padi yang sementara atau akan berlangsung diharapkan dapat mengendalikan harga beras di pasaran" kata Lela Nurita dalam keterangan tertulis, Senin (26/9/2022).

“Pada prinsipnya pelaksanaan KPSH ini untuk menekan harga di pasaran dampak dari kenaikan BBM. Selama ini kami telah menyalurkan pasokan beras  secara rutin melalui toko-toko di pasar-pasar tradisional dan melalui Rumah Pangan Kita (RPK) dengan harga di bawah HET maupun secara insidentil melalui operasi pasar penjualan pangan secara langsung ke masyarakat dibeberapa lokasi bekerjasama dengan pemda setempat,’’ sambungnya.

Kegiatan Operasi Pasar atau Program KPSH yang dilakukan sepanjang tahun oleh Bulog ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen. Kegiatan ini juga merupakan realisasi dari Tiga Pilar Ketahanan Pangan yang ditugaskan kepada Bulog yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas.

"Kami pastikan juga bahwa seluruh jaringan yang bekerjasama dengan Perum Bulog baik Pemerintah Daerah maupun outlet-outlet binaan Perum Bulog yaitu RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan retail modern yang ada sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara offline maupun online," kata Lela Nurita.

Saat ini Bulog bersama-sama Pemda/TPID menjaga harga beras di tingkat konsumen bisa relatif stabil atau tidak mengalami lonjakan. Disamping juga melakukan operasi pasar penjualan pangan langsung ke masyarakat secara terjadwal ke beberapa lokasi keluarahan/kecamatan antara lain menggunakan  beras yang telah dikemas 5 kg dengan kemasan menarik dengan harga jauh dibawah HET Rp 9.450/kg.

"Untuk ketahanan stok beras di Bulog Surabaya Selatan saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi rencana penyaluran beras di wilayah Mojokerto dan Jombang,” pungkasnya.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES