Pemerintahan G20 Indonesia

Anggaran G20 Indonesia Tingkatkan Infrastruktur Bali

Senin, 21 November 2022 - 12:43 | 19.37k
Anggaran G20 Indonesia Tingkatkan Infrastruktur Bali
Suasana jelang KTT G20 Indonesia di kawasan Nusa Dua Bali. (Foto: Dok TIN)
FOKUS

G20 Indonesia

TIMESINDONESIA, DENPASAR – KTT G20 Indonesia memberikan dampak besar bagi perekonomian Bali. Sebanyak 88,7 persen anggaran G20 Indonesia digunakan untuk infrastruktur Bali, terutama di sekitar loksi pertemuan para pemimpin dunia tersebut. 

Sebagai informasi, rangkaian G20 Indonesia resmi berakhir pekan lau, pada 15-16 November 2022, acara tersebut dihadiri 17 perwakilan negara, termasuk Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping. 

Berdasarkan data Kemenkeu RI, Pemerintah RI menggelontorkan dana anggaran sebesar Rp674 miliar untuk persiapan dan pelaksanaa rangkaian pertemuan G20 bali. Total anggaran tersebut terdiri dari realisasai belanja Rp8,11 miliar pada 2021 dan sisanya pada tahun 2022.

Kemenkeu RI menyebutkan 88,7 persen dari total anggaran itu merupakan belanja untuk penguatan infrastruktur di Pulau Dewata. Hal itu terdiri dari pemeliharaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi jalan, hingga penataan dan rehabilitasi tempat lainnya. 

"Sebanyak Rp598,1 miliar uang dialokasikan untuk memperkuat infrastruktur pendukung acara di Pulau Dewata, Bali," tulis Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu RI, dikutip pada Senin (21/11/2022). 

Pemerintah RI juge melakukan preservasi jalan dan jembatan di sekitaran Pesanggaran, Jimbaran, Uluwatu, Jalan Bandara Ngurah Rai, dan Siligita. Anggaran preservasi jalan dan jembatan sepanjang 28,53 kilometer itu mencapai Rp391,7 miliar. 

Pemerintah RI juga melakukan penatasan kawasan hutan mangrove sebagai lokasi pembuka pertemuan KTT G20 hari kedua. Penataan itu menggunakan dana sebesar Rp110 miliar. Pemerintah RI juga melakukan rehabilitasi waduk untuk tampungan, meningkatkan suplai air baku, hingga pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung. Pembangunan itu memakan anggaran Rp96,4 miliar. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa pelaksanaan rangkaian pertemuan G20 Indonesia akan berkontribusi US$533 juta atau Rp7,4 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB). Nilai belanja tersebut diperkirakan akan berdampak 10 kali lipat terhadap PDB. 

Sri Mulyani mempredikti G20 Indonesia akan meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun. Kemenkeu juge menyakini rangkaian acara itu melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan menyerap 33.000 orang tenaga kerja. Apalai G20 akan berkontribusi terhadap proyeksi peningkatan wisatawan mananegara hingga 1,8—3,6 juta dan 600.000—700.000 lapangan kerja baru ditopang kinerja sektor kuliner, fesyen, dan kriya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES