Pemerintahan

Target Jadi Kabupaten Lengkap, BPN Gresik Rampungkan 82 Ribu Sertifikat Tanah

Kamis, 08 Desember 2022 - 23:58 | 24.66k
Kolaborasi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat berswafoto dengan warga penerima sertifikat tanah PTSL (FOTO: Bagian Prokopim Pemkab Gresik for TIMES Indonesia).
Kolaborasi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat berswafoto dengan warga penerima sertifikat tanah PTSL (FOTO: Bagian Prokopim Pemkab Gresik for TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, GRESIK – Kabupaten Gresik Jawa Timur terus memgejar target jadi Kabupaten Lengkap. Untuk itu, Kantah BPN Gresik merampungkan 113.967 peta bidang dan 82.403 sertifikat tanah. Angka ini pun diklaim terbanyak se-Indonesia.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, secara simbolis melakukan penyerahan sertifikat hal atas tanah yang telah diterbitkan BPN di Desa Dalegan Kecamatan Panceng pada Kamis (8/12/2022) sore.

Advertisement

Penyerahan ini, merupakan rangkaian acara dari penyerahan Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT), dalam rangka program strategis nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2022. 

Fandi-Akhmad-Yani-1.jpgBupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat memberikan sertifikat tanah kepada warga di Desa Dalegan Kecamatan Panceng (FOTO: Bagian Prokopim Pemkab Gresik for TIMES Indonesia).

Total ada 2.361 sertifikat tanah yang sudah diterbitkan BPN hasil kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan pemerintah desa (Pemdes) serta dukungan dari DPRD untuk masyarakat Desa Dalegan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai, PTSL ini sebuah program birokrasi atau inovasi percepatan dan akselerasi yang dilakukan oleh ATR/BPN, bahwasanya PTSL sangat dibutuhkan masyarakat.

"Ini serentak secara masif di Kabupaten Gresik, karena ini menjadi sebuah harapan semua warga," ungkapnya.

Menurut Gus Yani, percepatan ini sebuah kolaborasi yang hebat, Pemkab, DPRD, BPN termasuk semua Kepala Desa bergerak secara cepat untuk menuju kabupaten lengkap. 

"Menjalin komunikasi secara intens dengan BPN, bagaimana agar PTSL untuk warga Gresik, prosesnya bisa cepat," imbuh bupati.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu berpesan, agar masyarakat penerima sertifikat tanah, untuk menjaga dan merawat serta memanfaatkannya dengan bijak. 

"Mudah-mudahan Gresik menuju kabupaten lengkap, pada tahun 2023 segera terwujud dan terealisasi secara lengkap," singkatnya.

Pada kesempatan sama, Kepala BPN Gresik Asep Heri menyampaikan, ada 2.361 sertipikat kepada warga dari 14 desa se-Kecamatan Panceng. 

"Hari ini sebanyak 305 sertipikat dibagikan kepada masyarakat. Sedangkan sisanya akan terus dikejar hingga bisa rampung pada tahun 2023," kata Asep.

Asep menyebutkan, asal usul PTSL ternyata berawal dari gerakan di Desa Wotan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Selain itu ada gerakan yang namanya Halodanding (Hadiri Di Lokasi Pendaftaran Tanah Keliling).

Ada pula, gerakan sertifikat tanah wakaf nasional yang diawali dari Kabupaten Gresik. Nah kali ini, juga menjadi Pilot Project PTPN (Pemetaan Tematik Pertanahan dan Ruang). 

"Sehingga 2023 Gresik menjadi satu-satunya kabupaten lengkap, seluruh bidang tanahnya terukur, terpetakan dan bersertipikat," tutup Kepala BPN Gresik menanggapi penyerahan sertifikat tanah dengan target Gresik Kabupaten Lengkap. (*)

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES